Peran pasar modal di sektor keuangan baru 20%
Selasa, 18 Maret 2014 - 16:45 WIB
Peran pasar modal di sektor keuangan baru 20%
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, dalam hal penyediaan permodalan di Tanah Air, peran pasar modal di Indonesia justru dipandang masih minim. Pasalnya, permodalan sektor keuangan di dalam negeri masih didominasi penyaluran dari sektor perbankan.
Dalam paparannya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, peran pasar modal di Indonesia tercatat baru mencapai sekitar 20 persen. Prosentase tersebut sangat timpang, di mana permodalan dari sektor perbankan mencapai 80 persen.
"Kalau di Indonesia peran pasar modal masih relatif rendah, yaitu 20 persen dibanding perbankan yang 80 persen," kata Nurhaida di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Bila dibanding dengan negara lainnya, dia menuturkan, Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal pengembangan pasar modal. Di Amerika Serikat (AS), peran pasar modal hampir mencapai 90 persen.
"Amerika peran pasar modal hampir 90 persen, kita masih 20 persen, jadi perlu ditingkatkan. Di negaara-negara yang sudah lebih maju, peran pasar modalnya sebanding dengan sektor keuangan lainnya seperti perbankan," kata dia.
Untuk itu, perlu ada upaya yang lebih giat dalam rangka pengembangan dalam hal peningkatan emiten dan investor di pasar modal. Bandingkan saja, saat ini baru 488 emiten yang terdaftar di BEI. Angka ini setengahnya dari Malaysia, yang tercatat sudah mencapai lebih 900 dan Singapura sudah di atas 1.000 emiten.
"Agar sejajar dengan negara lain dan sejajar dengan sektor perbankan, sehingga tidak hanya ditopang perbankan yang kuat tapi juga pasar modalnya. Untuk itu perlu emiten lebih banyak dan investor lebih banyak," pungkas dia.
Dalam paparannya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, peran pasar modal di Indonesia tercatat baru mencapai sekitar 20 persen. Prosentase tersebut sangat timpang, di mana permodalan dari sektor perbankan mencapai 80 persen.
"Kalau di Indonesia peran pasar modal masih relatif rendah, yaitu 20 persen dibanding perbankan yang 80 persen," kata Nurhaida di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Bila dibanding dengan negara lainnya, dia menuturkan, Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal pengembangan pasar modal. Di Amerika Serikat (AS), peran pasar modal hampir mencapai 90 persen.
"Amerika peran pasar modal hampir 90 persen, kita masih 20 persen, jadi perlu ditingkatkan. Di negaara-negara yang sudah lebih maju, peran pasar modalnya sebanding dengan sektor keuangan lainnya seperti perbankan," kata dia.
Untuk itu, perlu ada upaya yang lebih giat dalam rangka pengembangan dalam hal peningkatan emiten dan investor di pasar modal. Bandingkan saja, saat ini baru 488 emiten yang terdaftar di BEI. Angka ini setengahnya dari Malaysia, yang tercatat sudah mencapai lebih 900 dan Singapura sudah di atas 1.000 emiten.
"Agar sejajar dengan negara lain dan sejajar dengan sektor perbankan, sehingga tidak hanya ditopang perbankan yang kuat tapi juga pasar modalnya. Untuk itu perlu emiten lebih banyak dan investor lebih banyak," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :