Pelabuhan Kalibaru tambah cost of logistics
Selasa, 18 Maret 2014 - 18:15 WIB
Pelabuhan Kalibaru tambah cost of logistics
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Masita menilai proyek pembangunan pelabuhan di wilayah Kalibaru, Jakarta Utara justru menambah beban biaya logistik Indonesia.
"Kalibaru itu justru menambah cost logistics Indonesia, posisi Kalibaru itu kan di Jakarta, akses buat ke Tanjung Priok harus lewat Jakarta. Tanjung Priok saja sekarang aja macetnya sudah gila," ungkapnya usai menghadiri media briefing terkait prediksi Frost & Sullivan dalam pertumbuhan industri logistik Indonesia 2014, di Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Menurutnya, pembangunan pelabuhan Kalibaru justru akan menambah kemacetan di Tanjung Priok menjadi dua kali lipat. Terlebih akses jalan tol baru yang melewati Marunda belum rampung dikerjakan.
"Dengan kemacetan yang sekarang saja itu macetnya sudah gila, dengan adanya Kalibaru itu artinya kapasitas Priok akan dua kali lipat. Artinya kita harus membayangkan truk yang masuk Jakarta itu dua kali lipat dari sekarang. Itu justru akan menambah kemacetan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II akan melakukan pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru dan New Tanjung Priok yang dijadwalkan rampung pada 2023. Pembangunan ini membutuhkan investasi mencapai Rp38,26 triliun atau USD4 miliar yang dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama membutuhkan investasi sebesar USD2,5 miliar, dan yang kedua sebesar USD1,3 miliar untuk membangun infrastruktur seperti dermaga dan reklamasi.
"Kalibaru itu justru menambah cost logistics Indonesia, posisi Kalibaru itu kan di Jakarta, akses buat ke Tanjung Priok harus lewat Jakarta. Tanjung Priok saja sekarang aja macetnya sudah gila," ungkapnya usai menghadiri media briefing terkait prediksi Frost & Sullivan dalam pertumbuhan industri logistik Indonesia 2014, di Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Menurutnya, pembangunan pelabuhan Kalibaru justru akan menambah kemacetan di Tanjung Priok menjadi dua kali lipat. Terlebih akses jalan tol baru yang melewati Marunda belum rampung dikerjakan.
"Dengan kemacetan yang sekarang saja itu macetnya sudah gila, dengan adanya Kalibaru itu artinya kapasitas Priok akan dua kali lipat. Artinya kita harus membayangkan truk yang masuk Jakarta itu dua kali lipat dari sekarang. Itu justru akan menambah kemacetan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II akan melakukan pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru dan New Tanjung Priok yang dijadwalkan rampung pada 2023. Pembangunan ini membutuhkan investasi mencapai Rp38,26 triliun atau USD4 miliar yang dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama membutuhkan investasi sebesar USD2,5 miliar, dan yang kedua sebesar USD1,3 miliar untuk membangun infrastruktur seperti dermaga dan reklamasi.
(gpr)
Lihat Juga :