Analis nilai saham Blitzmegaplex positif
Kamis, 20 Maret 2014 - 17:32 WIB
Analis nilai saham Blitzmegaplex positif
A
A
A
Sindonews.com - Prospek saham PT Graha Layar Prima yang merupakan pemilik dan pengelola jaringan bioskop Blitzmegaplex ini, dinilai positif oleh sejumlah analis pasar modal.
Hal ini dilatarbelakangi prospek industri yang digeluti perusahaan ini yang dinilai sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Apalagi, di Indonesia pelaku industri layar lebar tergolong tidak banyak pesaingnya.
Blitz adalah calon emiten sektor industri layar lebar pertama yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Dibilang menarik, ya masih cukup menarik. Karena belum ada acuan harga di industri sejenis," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Dalam hajatannya, perseroan menawarkan harga saham perdana dikisaran Rp2.800 hingga Rp3.300 per saham dengan nilai nominal harga penawaran adalah Rp100 setiap saham.
Rencana bookbuilding dilakukan pada 17-21 Maret 2014 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa dilakukan pada 11 April 2014. Bisnis ini, lanjut Reza, dipandang cukup menarik karena penikmat hiburan layar lebar di tanah air tergolong cukup besar.
Menurutnya, jika melihat animo masyarakat saat ini terhadap dunia perfilman nasional, boleh dibilang industri ini sangat bagus. Tantangannya di tengah gempuran DVD bajakan, perseron diharapkan juga bisa menekan cost dari biaya sewa gedung dan lain-lainnya.
Seperti diketahui, rata-rata bioskop Blitzmegaplex saat ini berada di mall dan tidak memiliki gedung sendiri. "Apalagi jika perseroan bisa meningkatkan pelayanan dengan pemesanan tiket lewat online. Bisnis ini akan lebih bagus lagi," jelasnya.
Senada dengan Reza, analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, prospek saham perseroan cukup bagus. Karena dari hasil IPO rencananya akan digunakan perseroan untuk pengembangan bioskop.
"Hal ini secara langsung dapat mendorong pertumbuhan bisnis perseroan dan ujung-ujungnya efek positif lainnya menambah jumlah lapangan kerja baru," papar dia.
Rencananya, seluruh dana hasil IPO perseroan akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan dalam bentuk belanja modal pembangunan tujuh bioskop baru. Bioskop-bioskop ini akan tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Hal ini dilatarbelakangi prospek industri yang digeluti perusahaan ini yang dinilai sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Apalagi, di Indonesia pelaku industri layar lebar tergolong tidak banyak pesaingnya.
Blitz adalah calon emiten sektor industri layar lebar pertama yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Dibilang menarik, ya masih cukup menarik. Karena belum ada acuan harga di industri sejenis," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Dalam hajatannya, perseroan menawarkan harga saham perdana dikisaran Rp2.800 hingga Rp3.300 per saham dengan nilai nominal harga penawaran adalah Rp100 setiap saham.
Rencana bookbuilding dilakukan pada 17-21 Maret 2014 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa dilakukan pada 11 April 2014. Bisnis ini, lanjut Reza, dipandang cukup menarik karena penikmat hiburan layar lebar di tanah air tergolong cukup besar.
Menurutnya, jika melihat animo masyarakat saat ini terhadap dunia perfilman nasional, boleh dibilang industri ini sangat bagus. Tantangannya di tengah gempuran DVD bajakan, perseron diharapkan juga bisa menekan cost dari biaya sewa gedung dan lain-lainnya.
Seperti diketahui, rata-rata bioskop Blitzmegaplex saat ini berada di mall dan tidak memiliki gedung sendiri. "Apalagi jika perseroan bisa meningkatkan pelayanan dengan pemesanan tiket lewat online. Bisnis ini akan lebih bagus lagi," jelasnya.
Senada dengan Reza, analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, prospek saham perseroan cukup bagus. Karena dari hasil IPO rencananya akan digunakan perseroan untuk pengembangan bioskop.
"Hal ini secara langsung dapat mendorong pertumbuhan bisnis perseroan dan ujung-ujungnya efek positif lainnya menambah jumlah lapangan kerja baru," papar dia.
Rencananya, seluruh dana hasil IPO perseroan akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan dalam bentuk belanja modal pembangunan tujuh bioskop baru. Bioskop-bioskop ini akan tersebar di beberapa kota di Indonesia.
(izz)
Lihat Juga :