Kadin siap bantu UKM raih sertifikat SNI
Kamis, 20 Maret 2014 - 19:03 WIB
Kadin siap bantu UKM raih sertifikat SNI
A
A
A
Sindonews.com - Persiapan menuju ASEAN Economic Community (AEC) 2015 terus digalakkan. Salah satunya dengan menertibkan produk-produk yang belum memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menanggapi hal itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia selaku private sector berusaha membantu dan mendukung produk hasil Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum memperoleh sertifikat tersebut.
"UKM yang belum siap ini yang perlu kita bantu dan kita dukung. Dengan mengharapkan ada kerja sama, kita bangun sinergi dengan pemerintah, bagaimana kita bisa mempercepat juga melindungi SNI kita," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto di sela seminar internasional terkait SNI, Kamis (20/3/2014).
Menurutnya, segala upaya ini untuk melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk luar negeri yang mungkin memiliki standar lebih tinggi. Hilangnya hambatan perdagangan yang diterapkan dalam AEC dapat memicu produk impor membanjiri Indonesia.
"Kita sadar ini sangat penting guna mengamankan industri kita. Maka dari itu kita mau percepat sebelum AEC ini berlaku, kalau bisa sudah mulai ada langkah-langkah positif mengarah ke sana," ujuar dia.
Sementara, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur, Rachmat Gobel mengungkapkan, SNI tidak bisa ditetapkan secara mutlak, harus ada prosesnya dan dimulai dari industri besar yang mampu terlebih dulu.
"Untuk itu pemerintah memberikan pemilihan kapan UKM itu sendiri. Kalau kita enggak bangun dan industri kita juga enggak bina untuk ke arah sana akan hilang. Kita dorong kepada pemerintah, kalau enggak kita akan hilang pasti. Karena negara maju sudah menerapkan itu," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia selaku private sector berusaha membantu dan mendukung produk hasil Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum memperoleh sertifikat tersebut.
"UKM yang belum siap ini yang perlu kita bantu dan kita dukung. Dengan mengharapkan ada kerja sama, kita bangun sinergi dengan pemerintah, bagaimana kita bisa mempercepat juga melindungi SNI kita," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto di sela seminar internasional terkait SNI, Kamis (20/3/2014).
Menurutnya, segala upaya ini untuk melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk luar negeri yang mungkin memiliki standar lebih tinggi. Hilangnya hambatan perdagangan yang diterapkan dalam AEC dapat memicu produk impor membanjiri Indonesia.
"Kita sadar ini sangat penting guna mengamankan industri kita. Maka dari itu kita mau percepat sebelum AEC ini berlaku, kalau bisa sudah mulai ada langkah-langkah positif mengarah ke sana," ujuar dia.
Sementara, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur, Rachmat Gobel mengungkapkan, SNI tidak bisa ditetapkan secara mutlak, harus ada prosesnya dan dimulai dari industri besar yang mampu terlebih dulu.
"Untuk itu pemerintah memberikan pemilihan kapan UKM itu sendiri. Kalau kita enggak bangun dan industri kita juga enggak bina untuk ke arah sana akan hilang. Kita dorong kepada pemerintah, kalau enggak kita akan hilang pasti. Karena negara maju sudah menerapkan itu," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :