Harga melambung, pedagang mengoplos cabai
Selasa, 25 Maret 2014 - 09:28 WIB
Harga melambung, pedagang mengoplos cabai
A
A
A
Sindonews.com - Harga cabai di pasar tradisional tembus harga Rp70 ribu per kilogram (kg). Karena harga saat ini jauh di atas harga normal dan tidak terjangkau, pedagang terpakasa mengoplos cabai.
Penjual cabai di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah terpaksa mencampur cabai jenis berbeda karena harganya melambung hingga Rp30 ribu per kg. Harga yang tidak terjangkau membuat pasar sepi pembeli dan dagangan tidak laku.
Adapun, cabai yang dioplos adalah cabai rawit merah dengan cabai rawit hijau agar harga bisa terjangkau. Salah satu penjual cabai di Pasar Legi, Kati Sulasmi mengatakan bahwa kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
"Kenaikan ini karena cuara buruk dan pasokan cabai ke pasar makin berkurang, sehingga jatah yang diterima dari pemasok biasanya satu kuintal, namun sekarang hanya separuhnya," kata dia, Selasa (25/3/2014).
Selain Kati, penjual cabai lainnya juga melakukannya lantaran terus mengalami kerugian dari hari ke hari. Kendati sudah mengoplos, Kati menuturkan, dagangan juga masih sepi karena pelanggan mengurangi dagangannya dan pembeli mengurangi belanja hanya separuh dari pembelian normal.
Para penjual cabai khawatir jika kondisi ini terus terjadi, maka penjual bisa gulung tikar karena dagangan busuk tidak laku.
Penjual cabai di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah terpaksa mencampur cabai jenis berbeda karena harganya melambung hingga Rp30 ribu per kg. Harga yang tidak terjangkau membuat pasar sepi pembeli dan dagangan tidak laku.
Adapun, cabai yang dioplos adalah cabai rawit merah dengan cabai rawit hijau agar harga bisa terjangkau. Salah satu penjual cabai di Pasar Legi, Kati Sulasmi mengatakan bahwa kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
"Kenaikan ini karena cuara buruk dan pasokan cabai ke pasar makin berkurang, sehingga jatah yang diterima dari pemasok biasanya satu kuintal, namun sekarang hanya separuhnya," kata dia, Selasa (25/3/2014).
Selain Kati, penjual cabai lainnya juga melakukannya lantaran terus mengalami kerugian dari hari ke hari. Kendati sudah mengoplos, Kati menuturkan, dagangan juga masih sepi karena pelanggan mengurangi dagangannya dan pembeli mengurangi belanja hanya separuh dari pembelian normal.
Para penjual cabai khawatir jika kondisi ini terus terjadi, maka penjual bisa gulung tikar karena dagangan busuk tidak laku.
(rna)
Lihat Juga :