Harga cabai di Bali tembus Rp100 ribu/kg
Sabtu, 29 Maret 2014 - 12:16 WIB
Harga cabai di Bali tembus Rp100 ribu/kg
A
A
A
Sindonews.com - Harga kebutuhan pokok bumbu dasar cabai di Bali mengalami lonjakan signifikan mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg). Hal ini sangat memberatkan para ibu rumah tangga dan pemilik usaha makanan.
Seorang pedagang sayur keliling Heru mengatakan, naiknya harga cabai rawit terjadi sejak satu bulan terakhir. Diawali Rp30 ribu per kg terus merambat naik Rp40 ribu hingga harga tertinggi hari ini mencapai Rp100 ribu per kg. "Saya tidak berani ambil banyak-banyak. Biasanya saya belanja lebih dari satu kg sekarang paling setengah kg saja," ujar Heru, Sabtu (29/3/2014).
Dia pun menyiasati dengan menjual per plastik kecil seharga Rp3 ribuan. Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit karena harga dari Jawa yang dipasok ke Bali juga sudah mengalami kenaikan. Selama ini bahan pokok sayuran, buah-buahan yang dijual di Bali seperti di Pasar Badung, dipasok dari daerah Jawa Timur.
Dari pantuan menjelang perayaan Nyepi yang jatuh pada 31 Maret 2014, beberapa komiditi mengalami lonjakan harga. Hanya beberapa saja yang justru turun seperti tomat. "Harga tomat turun Rp3 per kg sebelumnya Rp12 ribu," ujar Heru, yang sehari-hari mengambil belanjaan atau kulakan Pasar Badung tersebut.
Hal senada disampaikan Siti Kotimah, pedagang sayur di Pasar Abianbase, Badung. Dia mengaku banyak dikomplain pembeli karena menjelang libur Nyepi harga-harga sayuran naik.
Kenaikan harga tersebut membuat pembeli tidak berani belanja dalam jumlah besar sehingga mengalami penurunan omzet penjualan. Beberapa ibu rumah tangga mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga cabai. Apalagi, cabai merupakan bumbu pokok yang tidak bisa digantikan.
"Berat sekali, masak satu biji cabai rawit kecil Rp300, tapi ya gimana tetap harus dibeli," tukas Mimin Yuliana, warga perumahan Dewata Permai, Mengwi, Badung.
Seorang pedagang sayur keliling Heru mengatakan, naiknya harga cabai rawit terjadi sejak satu bulan terakhir. Diawali Rp30 ribu per kg terus merambat naik Rp40 ribu hingga harga tertinggi hari ini mencapai Rp100 ribu per kg. "Saya tidak berani ambil banyak-banyak. Biasanya saya belanja lebih dari satu kg sekarang paling setengah kg saja," ujar Heru, Sabtu (29/3/2014).
Dia pun menyiasati dengan menjual per plastik kecil seharga Rp3 ribuan. Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit karena harga dari Jawa yang dipasok ke Bali juga sudah mengalami kenaikan. Selama ini bahan pokok sayuran, buah-buahan yang dijual di Bali seperti di Pasar Badung, dipasok dari daerah Jawa Timur.
Dari pantuan menjelang perayaan Nyepi yang jatuh pada 31 Maret 2014, beberapa komiditi mengalami lonjakan harga. Hanya beberapa saja yang justru turun seperti tomat. "Harga tomat turun Rp3 per kg sebelumnya Rp12 ribu," ujar Heru, yang sehari-hari mengambil belanjaan atau kulakan Pasar Badung tersebut.
Hal senada disampaikan Siti Kotimah, pedagang sayur di Pasar Abianbase, Badung. Dia mengaku banyak dikomplain pembeli karena menjelang libur Nyepi harga-harga sayuran naik.
Kenaikan harga tersebut membuat pembeli tidak berani belanja dalam jumlah besar sehingga mengalami penurunan omzet penjualan. Beberapa ibu rumah tangga mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga cabai. Apalagi, cabai merupakan bumbu pokok yang tidak bisa digantikan.
"Berat sekali, masak satu biji cabai rawit kecil Rp300, tapi ya gimana tetap harus dibeli," tukas Mimin Yuliana, warga perumahan Dewata Permai, Mengwi, Badung.
(dmd)
Lihat Juga :