Kata Kurtubi soal kontrak dengan Freeport

Sabtu, 05 April 2014 - 17:18 WIB
Kata Kurtubi soal kontrak...
Kata Kurtubi soal kontrak dengan Freeport
A A A
Sindonews.com - Pengamat perminyakan Kurtubi berpendapat, seharusnya pemerintah tidak melakukan kontrak tambang langsung dengan Freeport. Pasalnya, jika hubungan yang terjadi adalah business to government (B to G), maka negara bisa dirugikan.

Menurut dia, seharusnya Freeport melakukan kontrak tambang langsung dengan perusahaan plat merah, bukan dengan pemerintah. Jika kontrak dengan pemerintah dan terjadi suatu perkara hingga ke pengadilan arbitrase, maka aset pemerintah jadi taruhanya.

"Semua perusahaan tambang atau Freeport harusnya berkontrak langsung dengan perusahaan negara, bukan dengan pemerintah. Pemerintah hanya sebagai pemegang kebijakan saja," kata dia ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (5/4/2014).

Dia menuturkan, jika pemerintah melakukan kontrak langsung dengan Freeport, maka akan dilecehkan. Karena itu, pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan mengenai masalah divestasi sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan memutus kontrak karya (KK) PT Freeport Indonesia jika hanya bersedia merenegosiasi kontrak dengan melakukan divestasi sebesar 20 persen.

Peraturan Pemerintah (PP) No.24 Tahun 2012 tentang perubahan atas PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara secara khusus mengatur tentang ketentuan divestasi sebesar 51 persen. Dengan demikian,ada ketentuan pemegang KK menyesuaikan besaran divestasi tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Hentikan Sementara...
Freeport Hentikan Sementara Operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave Akibat Aliran Lumpur
2 Pekerja Tambang PT...
2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
Kontrak Freeport Diminta...
Kontrak Freeport Diminta Lanjut Pasca Berakhir 2041, MIND ID Ketakutan Produksi Turun
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Tertunda Gara-gara Corona
RI dan Freeport Capai...
RI dan Freeport Capai Kesepakatan Rp650 Triliun di AS, Ada 6 Poin Termasuk Perluasan Tambang
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
24 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
32 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
49 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved