Garuda masih sisakan dana IPO Rp171,28 M
Senin, 14 April 2014 - 15:00 WIB
Garuda masih sisakan dana IPO Rp171,28 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga akhir kuartal I tahun ini masih mencatat sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp171,28 miliar.
Laporan perusahaan penerbangan plat merah tersebut di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/4/2014) menunjukkan bahwa hasil bersih IPO perseroan pada Februari 2011 sebesar Rp3,19 triliun tersebut telah digunakan untuk pengembangan armada dan belanja modal perseroan.
Adapun total dana yang digunakan untuk pengembangan armada mencapai Rp2,55 triliun, diantaranya untuk pre delivery payment sebesar Rp2,08 triliun serta security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada Rp470,06 miliar.
Sementara dana yang dialokasikan untuk belanja modal perseroan senilai Rp637,4 miliar, terdiri atas belanja modal perseroan Rp461,18 miliar sudah diserap semua. Sedangkan alokasi belanja modal untuk anak perusahaan senilai Rp176,22 miliar, baru digunakan Rp461,18 juta, sehingga sisa dana IPO senilai Rp171,28 miliar tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito.
Maskapai penerbangan milik pemerintah itu pada akhir tahun lalu mencatat penurunan laba bersih mencapai 89,9 persen menjadi USD11,20 juta dari sebelumnya USD110,84 juta di 2012.
Menurunnya laba bersih ini didorong oleh meningkatnya beban usaha menjadi USD3,71 miliar dari sebelumnya USD3,29 miliar di 2012. Selain itu, rugi selisih kurs juga bertambah menjadi USD47,93 juta dan rugi lain-lain sebesar USD2,19 juta.
Laporan perusahaan penerbangan plat merah tersebut di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/4/2014) menunjukkan bahwa hasil bersih IPO perseroan pada Februari 2011 sebesar Rp3,19 triliun tersebut telah digunakan untuk pengembangan armada dan belanja modal perseroan.
Adapun total dana yang digunakan untuk pengembangan armada mencapai Rp2,55 triliun, diantaranya untuk pre delivery payment sebesar Rp2,08 triliun serta security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada Rp470,06 miliar.
Sementara dana yang dialokasikan untuk belanja modal perseroan senilai Rp637,4 miliar, terdiri atas belanja modal perseroan Rp461,18 miliar sudah diserap semua. Sedangkan alokasi belanja modal untuk anak perusahaan senilai Rp176,22 miliar, baru digunakan Rp461,18 juta, sehingga sisa dana IPO senilai Rp171,28 miliar tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito.
Maskapai penerbangan milik pemerintah itu pada akhir tahun lalu mencatat penurunan laba bersih mencapai 89,9 persen menjadi USD11,20 juta dari sebelumnya USD110,84 juta di 2012.
Menurunnya laba bersih ini didorong oleh meningkatnya beban usaha menjadi USD3,71 miliar dari sebelumnya USD3,29 miliar di 2012. Selain itu, rugi selisih kurs juga bertambah menjadi USD47,93 juta dan rugi lain-lain sebesar USD2,19 juta.
(rna)
Lihat Juga :