Ikagi minta pemerintah lindungi gula nasional

Jum'at, 18 April 2014 - 18:16 WIB
Ikagi minta pemerintah...
Ikagi minta pemerintah lindungi gula nasional
A A A
Sindonews.com - Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) meminta pemerintah melindungi gula nasional agar mampu bersaing dalam pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Salah satunya, suku bunga untuk program revitalisasi pabrik gula diturunkan.

Ketua Umum Ikagi, Subiyono mengungkapkan, tanpa keberpihakan pemerintah, gula nasional sulit bersaing dengan negara lain pada MEA 2015. "Perlu revitalisasi pabrik gula karena mayoritas pabrik gula di Indonesia sudah kuno," katanya di Yogyakarta, Jumat (18/4/2014).

Subiyono mengatakan, untuk revitalisasi pabrik gula bukan persoalan mudah karena butuh biaya besar. Jika mengandalkan dana pinjaman dari bank, jelas memberatkan karena suku bunga di Indonesia relatif tinggi, yakni 12 persen. "Konkretnya, pemerintah harus menurunkan suku bunga bank," ujarnya.

Dia menambahkan, industri gula nasional saat ini sudah memberikan banyak pendapatan untuk negara, salah satunya pajak (PPn) sebesar 10 persen dari harga jual gula.

"PPn gula per tahun mencapai Rp2,5 triliun. Kalau uang tersebut dijadikan pinjaman untuk pengembangan industri gula nasional, seperti revitalisasi pabrik gula, sudah sangat membantu," ungkapnya.

Ketua Bidang Budidaya dan Produksi Ikagi, Slamet Purwadi menambahkan, industri gula nasional membutuhkan perhatian konkret dari pemerintah. Jika hal itu tidak dilakukan, maka industri gula nasional lambat laun akan bangkrut.

"Menurunkan suku bunga bagi produsen industri gula dalam negeri adalah salah satu yang bisa dilakukan pemerintah dalam melindungi industri gula nasional," ujarnya.

Sebelum diberlakukan MEA saja, kondisi industri gula nasional sudah terpuruk. Padahal, nanti saat MEA diberlakukan pada 2015 dengan pasar bebas, industri gula nasional harus berhadapan dengan produksi gula dari negara lain yang lebih mapan.

Perbandingan industri gula nasional dengan Thailand tidak seimbang. Produksi gula nasional yang memiliki 62 pabrik gula hanya mampu menghasilkan 2,55 juta ton per tahun. Sedangkan Thailand yang hanya memiliki 50 unit pabrik gula mampu memproduksi 10,61 juta ton per tahun. Dari luas lahan tebu, Indonesia hanya memiliki 469.000 hektar sedangkan Thaland memiliki 1,35 juta hektar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
14 menit yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
34 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
1 jam yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved