Dorong ekspor, UKM perlu fasilitas pembiayaan

Kamis, 24 April 2014 - 14:19 WIB
Dorong ekspor, UKM perlu...
Dorong ekspor, UKM perlu fasilitas pembiayaan
A A A
Sindonews.com - Kondisi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Asia, tak terkecuali Indonesia masih kesulitan melakukan pinjaman modal ke perbankan. Padahal, rata-rata di negara Asia menjadikan UKM sebagai motor penggerak roda perekonomian.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani mengatakan, kontribusi UKM bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar. Sehingga semua pihak harus melakukan berbagai upaya penguatan UKM agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.

"Sektor UKM daerah sudah seharusnya dapat menjadi andalan penopang perekonomian nasional, terlebih lagi bagi UKM yang sudah bisa melakukan ekspor," kata dia dalam rilisnya, Kamis (24/4/2014).

Menurutnya, dengan potensi yang ada, masa depan Indonesia ada di daerah. Di tingkat daerah, potensinya beragam mulai dari pariwisata, pertambangan, pertanian hingga industri kecil-menengah, dan lain-lain.

"Masing-masing daerah memiliki keunggulannya, kita harapkan pemerintah daerah juga bisa semakin menyadari dan mempraktikkan pentingnya kebijakan daerah yang business friendly," ujarnya.

Untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sebagian besar pelaku UKM menemui kendala seperti minimnya dukungan pembiayaan, karena aksesnya terbatas kepada lembaga perbankan.

"Sebagian besar pelaku UKM dinilai masih belum bankable. Sehingga terkendala dalam akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha," kata Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif Safari Azis di sela-sela.

Berkaitan dengan itu, Kadin Indonesia melalui lembaga pembiayaan Palapa Nusantara Berdikari menyatakan komitmennya untuk mendukung UKM daerah yang belum bankable dengan memberikan fasilitas pembiayaan dan modal usaha.

Sedikitnya, lembaga pembiayaan bentukan Kadin itu telah menyalurkan bantuan modal kerja hingga Rp3 miliar kepada UKM-UKM di berbagai daerah dengan plafon minimal Rp50 juta dan maksimal Rp500 juta per pelaku usaha.

Saat ini, kata Safari, pemerintah dan pelaku usaha harus bersinergi untuk mendorong ekspor komoditas unggulan yang potensial di daerah. Sehingga dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian melalui pertambahan nilai, tak terkecuali bagi lingkup UKM.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Kalteng mencapai USUSD87,82 juta per Januari 2014 dengan komoditas unggulan bahan tambang dan galian (emas, perak, pasir zircon, dan batu bara), minyak nabati (kelapa sawit), kayu dan barang dari kayu (plywood, moulding, dowel, dll), Rotan, serta karet dan produk dari karet.

"Dengan potensi yang besar dari komoditas lainnya, kita yakin para pelaku usaha Kalteng bisa meningkatkan ekspor, khususnya UKM. Karenanya semua fasilitas pembiayaan diharapkan dapat mendukung atas upaya itu mulai dari bantuan modal kerja, pembiyaan dari perbankan, hingga asuransi ekspornya," jelas Safari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
33 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
52 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
3 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved