TNP2K harap subsidi BBM untuk perlindungan sosial

Kamis, 24 April 2014 - 16:29 WIB
TNP2K harap subsidi...
TNP2K harap subsidi BBM untuk perlindungan sosial
A A A
Sindonews.com - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyatakan pemerintahan baru diharap dapat memikirkan langkah untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, dana subsidi BBM yang besar tersebut dapat dialokasikan ke hal lain salah satunya untuk perlindungan sosial.

"Saya rasa pemerintahan baru perlu mempersiapkan ruang untuk berkreasi. Yang paling utama kurangi subsidi BBM. Karena itu bisa beri ruang leluasa pemerintahan baru. Kalau ini dikurangi, penghematan itu idealnya dialirkan ke pembangunan infrastruktur dan perbaikan social protection. Dalam konteks risk and opportunity ini bagus," ungkap perwakilan TNP2K, Suahasil Nazara, Kamis (24/4/2014).

Lebih lanjut dia menyatakan, hal ini perlu diukur terlebih dahulu dan menciptakan mekanisme yang mengkompensasi hal tersebut. Karena jika ada pengurangan, pasti akan ada gejolak dan tentu akan berdampak pada perekonomian serta kenaikan inflasi.

"Kalau ada pengurangan pasti akan ada gejolak. Perekonomian berdampak, inflasi pasti meningkat. Kita bisa desain kompensasi itu di waktu yang tepat, kepada orang yang tepat dan dengan takaran yang tepat. Ini bisa dilakukan. Semoga ini jadi starting point pemerintah berikut," tambah dia.

Sementara Ekonom Senior Bank Dunia, Vivi Alatas menyatakan, kita perlu menyadari sampai sejauh mana kemungkinan kenaikan inflasi akibat pengurangan subsidi BBM. Menurutnya, perlu dilakukan conversation mechanism yang tepat untuk hal ini.

"Studi kami, apa yang dilakukan pemerintah ternyata bisa cukup efektif atasi dampak inflasi. Namun harus disesuaikan bagaimana jumlah dan kompensasinya. Yang dibutuhkan adalah kompensasi yang tepat orangnya dan waktunya," pungkas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
26 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved