Kewajiban pembangunan smelter hambat investasi

Minggu, 27 April 2014 - 17:01 WIB
Kewajiban pembangunan...
Kewajiban pembangunan smelter hambat investasi
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Tjandra Irawan mengatakan, kebijakan peningkatan nilai tambah memang perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara. Tapi tidak melarang ekspor dengan syarat tertentu, seperti adanya pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter).

“Ini justru menghambat investasi dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sendiri,” kata dia di Jakarta, Minggu (27/4/2014).

Padahal, lanjut dia, Indonesia adalah negara terburuk dalam melakukan investasi. Jika kemudian kebijakan-kebijakan tersebut dinilai pemerintah dapat memberikan nilai tambah, tapi sebenernya justru menghambat pemilik modal, baik asing maupun dalam negeri.

“Bisnis pertambangan resikonya sudah tinggi. Bank-bank nasional tidak akan mau memberikan pinjaman karena beresiko tinggi. Ini namanya regulator tidak paham dengan industri pertambangan,” kata dia.

Sementara Sekretaris Jenderal Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Arif Zardi Dahlius mengatakan bahwa kebijakan meningkatkan nilai tambah mineral melalui kewajiban pembangunan smelter sudah tepat, hanya perlu adanya regulasi yang tepat untuk tetap dapat menarik investor karena kandungan mineral di Indonesia masih cukup tinggi.

“Kandungan mineral Indonesia masih bagus kalau tidak diikuti regulasi yang baik maka tidak akan ada perbaikan nilai tambah,” kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Anggarannya Dipangkas,...
Anggarannya Dipangkas, Menteri Investasi Ngamuk di DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved