Target pungutan OJK sudah tercapai 30%

Selasa, 29 April 2014 - 16:04 WIB
Target pungutan OJK...
Target pungutan OJK sudah tercapai 30%
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menerima 30 persen dari total target pungutan OJK yang sebesar Rp1,8 triliun.

Menurut dia, iuran tersebut didapat dari lembaga keuangan yang diawasi OJK. "Sudah sekitar 30 persen dari target. Total target iuran itu kan Rp1,8 triliun. Kami yakin target akan terpenuhi hingga akhir tahun," ungkap dia di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada lembaga atau industri yang berkeberatan atas penarikan pungutan yang dibebankan kepada mereka. Karena, dana pungutan tersebut akan digunakan untuk membiayai pengawasan serta pengembangan yang dilakukan OJK terhadap lembaga keuangan.

"Sejauh ini belum ada yang keberatan atas pungutan tersebut. Kami memberikan keleluasaan bagi mereka yang mau mengungkapkan keberatan. Kami juga memberikan kelonggaran pungutan untuk lembaga dengan syarat tertentu," imbuhnya.

Sementara, perwakilan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Nur mengatakan bahwa pungutan OJK pada dasarnya untuk nilai tambah dan membuat industri tumbuh. Maka pungutan menjadi sesuatu yang kecil jika dikaitkan dengan pertumbuhannya.

"OJK juga memberikan persyaratan. Kalau melihat keyakinan kami akan pertumbuhan industri, pungutan jadi sangat tidak berarti karena akan terjadi pertumbuhan," tuturnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Efrinal Sinaga menuturkan, pungutan merupakan sesuatu yang baru baginya. Namun, pihaknya akan tetap patuh pada UU yang sudah diamanatkan.

"Bagi kami pungutan adalah sesuatu yang baru. Namun karena ini amanat UU kami akan lakukan. Kami akan mengurangi cost agar tidak terlalu membebani konsumen," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved