Nasib buruh terancam kenaikan TDL industri

Rabu, 30 April 2014 - 14:24 WIB
Nasib buruh terancam...
Nasib buruh terancam kenaikan TDL industri
A A A
Sindonews.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menilai pemerintah tidak melihat efek yang terjadi terhadap buruh akibat kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) industri yang akan mulai efektif 1 Mei 2014.

"Satu hal pemerintah yang harus dipikirkan bahwa memutuskan satu kebijakan harus dilihat efeknya. Pemerintah lupa efeknya akan langsung terkena ke buruh. Di mana kebijakan tersebut memukul kami dan memukul pengusaha juga," ungkapnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) di Hotel JS Luwansa, Rabu (30/4/2014).

Kenaikan TDL industri oleh pemerintah dipastikan akan berdampak pada kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan primer, sekunder, dan tersier yang berisiko memukul daya beli buruh. Karena itu, seharusnya pemerintah berpikir efeknya sebelum mengambil keputusan.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menuturkan, akhir 2014 beberapa perusahaan akan menutup pabriknya. Karena kenaikan tersebut dan selanjutnya kalah bersaing dengan impor.

"Saya pikir sebagian akhir tahun ini sudah mulai tutup. Karena beberapa sudah bilang sama saya akan tutup pabriknya. Karena, dia enggak bisa saingan lagi dengan importir. Ada juga yang bilang enggak jadi investasi di Indonesia," ungkpa dia.

Sofjan menuturkan, ditutupnya pabrik-pabrik tersebut di akhir 2014, tentu akan menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun dia mengatakan, yang menutup pabriknya tersebut adalah yang capital industries. Jadi kemungkinan yang ter-PHK tersebut sekitar 300 orang.

Menurutnya, hampir semua keberatan dengan keputusan pemerintah yang menaikkan TDL industri. Pasalnya, kenaikan tersebut dinilai tidak fair karena diberlakukan hanya untuk perusahaan yang go public.

"Hampir semua keberatan, sekarang mereka lagi masukin ke MA dan KPPU. Itu kan enggak fair, masa yang go public naik, yang enggak go public enggak dinaikkan. Jadi enggak ada koordinasi kita punya Menteri itu, seenaknya aja," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved