Solar bersubsidi diprediksi over kuota tahun ini

Kamis, 01 Mei 2014 - 16:14 WIB
Solar bersubsidi diprediksi...
Solar bersubsidi diprediksi over kuota tahun ini
A A A
Sindonews.com - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) memperkirakan terjadinya over kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar pada tahun ini. Aksi penyelewengan distribusi solar menjadi penyebab membengkaknya konsumsi solar.

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mengatakan, disparitas harga antara solar bersubsidi dengan solar non subsidi merupakan pemicu terjadinya penyelundupan BBM. Harga solar non subsidi saat ini adalah sebesar Rp12.500/liter sedang solar bersubsidi hanya sebesar Rp5.500/liter.

"Pemerintah harus membuat tim pengawasan terpadu terhadap BBM bersubsidi yang melibatkan seluruh aparat dan terdapat di setiap provinsi, kabupaten dan kota," kata Sofyano di Jakarta, Kamis (1/5/2014).

Sofyano menuturkan, aksi penyelundupan bisa dilakukan dari kendaraan tangki BBM ke kapal. Pasalnya belum ada larangan penjualan BBM subsidi dengan mekanisme tersebut. Menurutnya, warna solar bersubsidi dan non subsidi harus dibedakan agar tidak mudah diselewengkan ke industri ataupun ke transportasi air.

"Ini pernah dilakukan Pertamina terhadap minyak tanah subsidi. Ini cukup efektif menekan penyalahgunaan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum APBBMI (Asosiasi Penyalur Bahan Bakar Minyak Indonesia) Ahmad Faisal meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Surat Keterangan Penyalur (SKP) yang berlaku bagi kegiatan penyaluran di darat dan di laut/sungai sehingga ada perbedaan antara agen BBM non subsidi untuk industri dengan agen bbm non subsidi untuk marines.

Ahmad menuturkan, dengan SKP tersebut maka agen BBM industri menyuplai ke pembeli dengan menggunakan kendaraan tangki. Sedangkan agen BBM marines menyuplai BBM dengan menggunakan kapal tanker, SPOB dan tongkang.

"Kementerian ESDM harus melarang badan badan usaha niaga umum menyalurkan BBM ke kapal-kapal yang sedang berlabuh di dermaga pelabuhan dengan menggunakan mobil tangki," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
12 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
39 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
51 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved