Penertiban mainan tak ber-SNI hingga Oktober 2014

Jum'at, 02 Mei 2014 - 14:46 WIB
Penertiban mainan tak...
Penertiban mainan tak ber-SNI hingga Oktober 2014
A A A
Sindonews.com - Larangan terhadap peredaran produk mainan yang tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) sudah mulai diberlakukan sejak 30 April 2014. Jika masih ada yang beredar, maka akan dilakukan penertiban hingga Oktober tahun ini.

"Sesuai dengan aturan yang diterbitkan, SNI itu 30 April 2014. Yang nanti akan dilakukan enam bulan ke depan, kerja sama penertiban," ujar Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi di kantornya, Jumat (2/5/2014).

Dia mengatakan, proses penertiban produk mainan tanpa SNI ini pertama akan dilakukan oleh Pemeriksa Pegawai Negeri Sipil (PPNS). PPNS juga bertugas untuk menarik semua produk mainan yang tidak sesuai aturan.

"Kerja sama penertiban, enam bulan pertama ini oleh PPNS. Penyidiknya dari pegawai negeri sipil. Memang sifatnya bagaimana mengintensifkan tapi enforcement-nya dilaksanakan," katanya.

Lutfi mengatakan, jika setelah enam bulan ke depan masih ada mainan tanpa SNI yang beredar, maka yang melakukan penertiban adalah aparat hukum.

"Tetapi setelah enam bulan kedepannya akan diserahkan kepada aparat hukum untuk peneyelesaian, agar terjadi sistem luar negeri untuk menjaga ketahan dalam negeri," ungkap dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Keberatan, Pengusaha...
Tak Keberatan, Pengusaha Sebut Label SNI Jadi Jaminan Mutu Masker
Jamin Mutu Produk Industri,...
Jamin Mutu Produk Industri, Kemenperin Tingkatkan Penerapan SNI
Dukung SNI Produk Elektronika,...
Dukung SNI Produk Elektronika, Kemenperin Siapkan Lab Uji Modern
Mendag Zulhas: Produk...
Mendag Zulhas: Produk Tak Penuhi SNI Bisa Matikan Industri
Komitmen Terapkan SNI,...
Komitmen Terapkan SNI, Brand Ini Beri Tips Memilih Regulator Gas Elpiji
Dipagari SNI Wajib,...
Dipagari SNI Wajib, Industri Logam Nasional Makin Pede
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
14 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
21 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
46 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved