Kelayakan studi smelter rampung bulan ini

Senin, 12 Mei 2014 - 16:52 WIB
Kelayakan studi smelter...
Kelayakan studi smelter rampung bulan ini
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Tri Hartono mengatakan, penuntasan studi kelayakan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter), yang semula ditargetkan April 2014 mundur menjadi Mei 2014.

Menurut Tri, proyeksi penurunan pendapatan dan peningkatan beban keuangan Antam tahun ini tidak akan menjadi hambatan bagi perseroan untuk merealisasikan pembangunan smelter tembaga.

“Perseroan tentu harus realistis terhadap dampak penurunan pendapatan,” kata dia di Jakarta, Senin (12/5/2014).

Dia juga mengatakan, dengan kondisi neraca perusahaan yang terbatas dalam peningkatan jumlah utang, perseroan tengah mengkaji rencana belanja modal tahun ini agar peningkatan jumlah utang dapat ditekan serendah mungkin.

Kendati demikian, manajemen Antam berkomitmen tetap dapat menyelesaikan proyek-proyek pengembangan yang akan meningkatkan nilai komoditas perusahaan secepat mungkin.

Menurut dia, saat ini beberapa calon mitra strategis tengah berdiskusi dengan Antam untuk memastikan keikutsertaan dalam lini usaha yang bernilai tambah tanpa membebani neraca perusahaan melalui utang.

Di sisi lain, komitmen pembangunan smelter merupakan syarat mutlak bagi Freeport untuk bisa tetap mengekspor konsentrat tembaga pada tahun ini. setelah 2017, produksi bijih mineral mentah yang diolah menjadi konsentrat di pabrik pengolahan konsentrat (mill) di Grasberg, Papua sudah harus dimurnikan di dalam negeri.

Pembangunan smelter Freeport merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Undang-undang tersebut mengatur tentang kebijakan peningkatan nilai tambah mineral mentah melalui pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved