Sampoerna PHK 4.900 Karyawan Kesalahan Pemerintah

Selasa, 20 Mei 2014 - 13:18 WIB
Sampoerna PHK 4.900...
Sampoerna PHK 4.900 Karyawan Kesalahan Pemerintah
A A A
JAKARTA - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), produsen rokok terbesar di Indonesia ini akan menutup dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) di Jember dan Lumajang. Akibatnya, sebanyak 4.900 kawryawan nya terancam terkena PHK terhitung sejak 31 Mei 2014.

Alasan perusahaan melakukan penutupan dua pabrik ini karena mengalami kerugian besar akibat tidak lakunya produk rokok kretek.

Menanggapi hal ini, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, pemecatan ini terjadi semata-mata karena kesalahan pemerintah sendiri.

Penerapan terhadap cukai yang tidak fair dan semestinya, membuat industri rokok yang dibuat menggunakan tangan mengalami kerugian cukup besar.

"Sistem cukai saat ini tidak ada perbedaan antara kretek tangan dengan yang dibuat industri. Seharusnya pertimbangan mesin harus lebih tinggi. Mesin itu satu menit bisa menghasilkan 8.000 batang," ucap Enny di Jakartan, Selasa (20/5/2014).

Selain itu, penutupan dua pabrik di Jawa Timur tersebut juga terjadi kerena kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang cukup tinggi. Biaya operasional perusahaan menjadi semakin tinggi dan pendapatan terus berkurang.

"Tuntutan kenaikan UMP dan yang lainnya, makanya perusahaan rokok lebih memilih beralih konversi ke mesin," tegasnya.

Menurutnya, jika pemerintah memperhatikan nasib buruh, seharusnya cukai rokok SKT sama SKM harus dibedakan. Cukai rokok mesih harusnya jauh lebih tinggi daripada rokok kretek buatan tangan manusia.

"Mestinya SKM dinaikkan jadi ada trade off. Sebenarnya cukai bisa tidak hanya rokok. Indonesia punya banyak komoditas dan objek cukai," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Kepemimpinan Pasar,...
Jaga Kepemimpinan Pasar, Intip Kinerja Keuangan Sampoerna di Sepanjang 2025
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penarikan Produk Sampoerna
Presdir Sampoerna Bersuara:...
Presdir Sampoerna Bersuara: Kondisi Industri Hasil Tembakau Masih Sangat Rentan
Bos Sampoerna Angkat...
Bos Sampoerna Angkat Bicara Soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok
Rogoh Kocek Rp2,79 Triliun,...
Rogoh Kocek Rp2,79 Triliun, HM Sampoerna Ekspor Rokok Tanpa Asap
Peduli Corona, Sampoerna...
Peduli Corona, Sampoerna Donasi Mesin PCR Lengkap Siap Pakai
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved