IPA: Era Mudah Mencari Migas Berakhir

Rabu, 21 Mei 2014 - 15:24 WIB
IPA: Era Mudah Mencari...
IPA: Era Mudah Mencari Migas Berakhir
A A A
JAKARTA - Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Loekman Mahfoedz mengeluh semakin sulitnya mencari sumur minyak baru di Indonesia. Para pelaku industri hulu minyak dan gas (migas) harus lari ke laut dalam untuk mencari migas.

Sementara untuk mencari migas di laut dalam membutuhkan biaya besar, mengingat dibutuhkan teknologi canggih dan sumber daya manusia (SDM) dengan keahlian cukup.

“Sekitar 75% ada di laut dalam, sedangkan untuk melakukan ekplorasi butuh biaya yang tidak sedikit. Sementara era mudah mencari minyak dan gas sudah berakhir,” kata dia ada Pameran Industri Migas di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam mengembangkan eksplorasi di laut dalam. Pasalnya, jika dilihat selama empat tahun terakhir ini sulit menemukan cadangan minyak baru di Indonesia.

“Empat tahun terakhir, kita hanya menambah 8 juta barel setara minyak. Sementara rata-rata di negara lain tambahan minyaknya mencapai 20-30 juta barel setara minyak,” pungkasnya.

Sementara Wakil Presiden Boediono meminta lintas sektor kementerian menjaga investasi di sektor hulu migas dengan cara meminimalisir hambatan dan keluhan investor, seperti lamanya perizinan saat eksplorasi dan eksploitasi migas. Hal itu harus dibenahi agar tidak menggangu iklim investasi di Tanah Air.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Pastikan Keselamatan Kerja dalam Kegiatan Eksplorasi
Pengganti SKK Migas,...
Pengganti SKK Migas, BUMN dan Lembaga Khusus Bisa Kelola Migas
SKK Migas Patok Dana...
SKK Migas Patok Dana Investasi 12,3 Miliar Dolar AS di 2021
Sedotan Migas Makin...
Sedotan Migas Makin Kering, Pengusaha: Indonesia Tak Lagi Menarik
Pertamina Tuntaskan...
Pertamina Tuntaskan Survei Seismik 3D Kepuh Percepat Kegiatan Eksplorasi
Bidik Produksi 1 Juta...
Bidik Produksi 1 Juta Barel Minyak, Eksplorasi Harus Digiatkan
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
49 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved