OJK Nilai Likuiditas Perbankan Normal

Rabu, 21 Mei 2014 - 16:24 WIB
OJK Nilai Likuiditas...
OJK Nilai Likuiditas Perbankan Normal
A A A
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginformasikan bahwa dalam pekan ketiga Mei 2014, likuiditas industri perbankan maupun individual bank dalam kondisi normal dan setiap bank mampu memenuhi semua kewajiban yang bersifat segera dan jangka pendek sampai beberapa bulan ke depan.

OJK senantiasa melakukan pengawasan melalui pemantauan yang berkesinambungan terhadap kualitas dari kondisi likuiditas bank untuk memastikan bank dan industri perbankan dalam kondisi memadai dan beroperasi secara sehat, efisien dan berdaya saing.

Deputi Komisioner OJK Manajemen Strategis I B Lucky Fathul AH mengatakan, penilaian OJK terhadap kualitas permodalan industri perbankan pada akhir kuartal I/2014 menunjukan level kecukupan (Car Adequacy Ratio/CAR) sebesar 19,77%, jauh di atas regulatory threshold sebesar 8% maupun level berdasarkan profil risiko setiap bank.

“Penilaian permodalan berdasarkan empat kelompok bank, yaitu untuk kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1 sebesar 19,65%, BUKU 2 sebesar 28,44%, BUKU 3 sebesar 17,57% dan BUKU 4 sebesar 17,96%,” kata Lucky dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Dia mengungkapkan, permodalan bank yang memadai tersebut salah satunya dicerminkan dengan rasio kredit atau pinjaman tidak lancar atau (Non Performing Loan/NPL) bersih yang cukup rendah, yaitu sebesar 1,01%.

Sementara itu, sampai dengan akhir kuartal I/2014, OJK melakukan pemantauan terhadap realisasi dari Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2014 yang menunjukan pertumbuhan kredit sebesar 0,37% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 1,25% (year to date).

Menurutnya, kegiatan intermediasi bank yang diukur melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah sebesar 91,17%. Pertumbuhan kredit dan DPK selama periode kuartal awal tahun 2014 tersebut dinilai masih on track dengan RBB secara keseluruhan.

OJK akan melakukan pemantauan secara berkesinambungan terhadap realisasi dari setiap bank mengingat tahun 2014 merupakan tahun pemilihan umum (pemilu) dan juga tahun persiapan menghadapi Komunitas Ekonomi Asia yang dimulai 2015.

“OJK meminta seluruh manajemen bank untuk terus meningkatkan kualitas dari manajemen risiko dan good corporate governance (GCG) serta senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential) dan mengedepankan kepentingan nasabah,” tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
1 jam yang lalu
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
2 jam yang lalu
Tekanan IHSG Belum Usai,...
Tekanan IHSG Belum Usai, Pekan Depan Diprediksi Ambles Menguji Area 5.899
3 jam yang lalu
BUMN Ekspor Berpotensi...
BUMN Ekspor Berpotensi Memicu Larinya Modal Asing, Berikut Alasannya
3 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 Masih Terbuka, Ada Pilihan 24 Kejuruan
5 jam yang lalu
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
6 jam yang lalu
Infografis
Industri Perbankan China...
Industri Perbankan China Memburuk, 40 Bank bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved