Hasil Penjualan SBR001 di Bawah Target
Senin, 26 Mei 2014 - 12:02 WIB
Hasil Penjualan SBR001 di Bawah Target
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan masa penawaran SBR001 mulai 2-22 Mei 2014.
Penawaran Saving Bonds Ritel (SBR) seri 001 ini dilakukan oleh 21 agen penjualan, yang terdiri dari 18 bank dan tiga perusahaan sekuritas. Tanggal penjatahan pada 26 Mei 2014 dan tanggal penerbitan 30 Mei 2014.
"Minimum pemesanan itu Rp5 juta dan kelipatan Rp5 juta, dengan jenis kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor)," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Robert Pakpahan di Kantor Kemenkeu, Senin (26/5/2014).
Adapun tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama (31 Mei-20 Agustus 2014) sebesar 8,75% berasal dari tingkat bunga penjaminan LPS pada saat penetapan spread pada 29 April 2014 sebesar 7,50%, ditambah spread tetap sebesar 125 basis poin (bps) atau 1,25%.
"Pada masa penawaran, agen penjualan telah melakukan marketing di 21 kota di seluruh Indonesia. Untuk mendukung penerbitan SBR001 ini, pemerintah dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pre-marketing di lima kota di seluruh Indonesia, termasuk liputan di media cetak dan elektronik," tambahnya.
Pemerintah menargetkan pendapatan dari SBR001 sebesar Rp2,5 triliun. Namun hasil penjualan SBR001 dari 21 agen penjualan tersebut sebesar Rp2,391 triliun, dengan 9.944 pemesan di 34 provinsi dan jumlah investor baru untuk SBR001 sebanyak 6.412 investor.
"Hal ini karena tidak bisa diperpanjang dari sekunder, jadi investor ritel tidak mampu mencairkan itu tidak berani. Masyarakat juga kurang teredukasi. Faktor likuiditas di perbankan juga mempengaruhi dan saving rate, tapi memang Rp2,391 triliun sekitar Rp110 miliar kurang dari target," tandasnya.
Penawaran Saving Bonds Ritel (SBR) seri 001 ini dilakukan oleh 21 agen penjualan, yang terdiri dari 18 bank dan tiga perusahaan sekuritas. Tanggal penjatahan pada 26 Mei 2014 dan tanggal penerbitan 30 Mei 2014.
"Minimum pemesanan itu Rp5 juta dan kelipatan Rp5 juta, dengan jenis kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor)," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Robert Pakpahan di Kantor Kemenkeu, Senin (26/5/2014).
Adapun tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama (31 Mei-20 Agustus 2014) sebesar 8,75% berasal dari tingkat bunga penjaminan LPS pada saat penetapan spread pada 29 April 2014 sebesar 7,50%, ditambah spread tetap sebesar 125 basis poin (bps) atau 1,25%.
"Pada masa penawaran, agen penjualan telah melakukan marketing di 21 kota di seluruh Indonesia. Untuk mendukung penerbitan SBR001 ini, pemerintah dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pre-marketing di lima kota di seluruh Indonesia, termasuk liputan di media cetak dan elektronik," tambahnya.
Pemerintah menargetkan pendapatan dari SBR001 sebesar Rp2,5 triliun. Namun hasil penjualan SBR001 dari 21 agen penjualan tersebut sebesar Rp2,391 triliun, dengan 9.944 pemesan di 34 provinsi dan jumlah investor baru untuk SBR001 sebanyak 6.412 investor.
"Hal ini karena tidak bisa diperpanjang dari sekunder, jadi investor ritel tidak mampu mencairkan itu tidak berani. Masyarakat juga kurang teredukasi. Faktor likuiditas di perbankan juga mempengaruhi dan saving rate, tapi memang Rp2,391 triliun sekitar Rp110 miliar kurang dari target," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :