Rupiah Berakhir di Level Rp11.810/USD
Selasa, 03 Juni 2014 - 16:25 WIB
Rupiah Berakhir di Level Rp11.810/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini masih terdepresiasi di tengah relinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.810 per USD. Posisi tersebut melemah 44 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.766 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.833 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.785 per USD dan terlemah di level Rp11.833 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.788 per USD, dengan kisaran harian Rp11.765-11.852 per USD. Posisi sore ini terdepresiasi 20 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.768 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp11.791 per USD. Posisi ini terkoreksi 23 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.768 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.806 per USD. Posisi ini merosot 66 poin dibanding penutupan Senin (2/6/2014) di level Rp11.740 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD pada hari ini masih terimbas angka neraca perdagangan Indonesia yang di bawah ekspektasi pelaku pasar.
"Selain itu, sentimen positif trehadap USD pasca membaiknya data manufaktur Amerika Serikat," kata dia, Selasa (3/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil melanjutkan relinya di tengah variatifnya bursa Asia. IHSG menguat 30,07 poin atau 0,61% ke level 4.942,16.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,09 triliun dengan 4,2 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp45,87 miliar. Tercatat 166 saham naik, 144 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.810 per USD. Posisi tersebut melemah 44 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.766 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.833 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.785 per USD dan terlemah di level Rp11.833 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.788 per USD, dengan kisaran harian Rp11.765-11.852 per USD. Posisi sore ini terdepresiasi 20 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.768 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp11.791 per USD. Posisi ini terkoreksi 23 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.768 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.806 per USD. Posisi ini merosot 66 poin dibanding penutupan Senin (2/6/2014) di level Rp11.740 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD pada hari ini masih terimbas angka neraca perdagangan Indonesia yang di bawah ekspektasi pelaku pasar.
"Selain itu, sentimen positif trehadap USD pasca membaiknya data manufaktur Amerika Serikat," kata dia, Selasa (3/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil melanjutkan relinya di tengah variatifnya bursa Asia. IHSG menguat 30,07 poin atau 0,61% ke level 4.942,16.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,09 triliun dengan 4,2 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp45,87 miliar. Tercatat 166 saham naik, 144 saham melemah dan 90 saham stagnan.
(rna)