IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.919-4.946
Kamis, 05 Juni 2014 - 08:43 WIB
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.919-4.946
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak variatif.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, IHSG di atas EMA 200 hari. Indeks fase konsolidasi pada kisaran 4.865–5.091 dan bergerak mixed to down. Indicator stochastic berpotensi membentuk golden cross.
“Pada perdagangan hari ini, indeks masih akan bergerak mixed dengan penurunan terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Kamis (5/6/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 4.919 dan resistance 4.946.
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat (AS) berbalik arah menguat setelah data sektor jasa tumbuh signifikan. Apresiasi ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,09% dan S&P500 sebesar 0,19%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh koreksi indeks MSCI Asia Pasifik. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 yang menguat 0,33%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang dibuka melemah 0,27%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI turun 0,35% ke level USD102,28 per barel, dan harga emas Comex menguat 0,05% ke posisi USD1.244,90 per ons.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengaku akan melakukan intervensi jika pelemahan nilai tukar rupiah terus berlanjut. Di sisi lain, investor juga menantikan kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) yang sedianya akan diputuskan oleh Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan depan.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, IHSG di atas EMA 200 hari. Indeks fase konsolidasi pada kisaran 4.865–5.091 dan bergerak mixed to down. Indicator stochastic berpotensi membentuk golden cross.
“Pada perdagangan hari ini, indeks masih akan bergerak mixed dengan penurunan terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Kamis (5/6/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 4.919 dan resistance 4.946.
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat (AS) berbalik arah menguat setelah data sektor jasa tumbuh signifikan. Apresiasi ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,09% dan S&P500 sebesar 0,19%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh koreksi indeks MSCI Asia Pasifik. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 yang menguat 0,33%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang dibuka melemah 0,27%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI turun 0,35% ke level USD102,28 per barel, dan harga emas Comex menguat 0,05% ke posisi USD1.244,90 per ons.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengaku akan melakukan intervensi jika pelemahan nilai tukar rupiah terus berlanjut. Di sisi lain, investor juga menantikan kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) yang sedianya akan diputuskan oleh Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan depan.
(rna)
Lihat Juga :