IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Menguat
Jum'at, 06 Juni 2014 - 08:25 WIB
IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini diprediksi masih akan bergerak variatif, namun dengan kecenderungan menguat
“Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran support-resistance 4.910-4.949,“ kata Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono, Jumat (6/6/2014).
Jika IHSG berakhir menguat, maka akan melanjutkan reli hari sebelumnya. IHSG kemarin ditutup menguat tipis di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (USD) karena neraca perdagangan yg defisit dan diperkirakan bulan April akan kembali defisit.
Sementara dari eksternal, beberapa data makro AS yang dirilis di atas ekspektasi, seperti data industri jasa yang lebih bagus dari perkiraan. Industri jasa AS bulan Mei mengalami pertumbuhan tercepat dalam sembilan bulan terakhir, angkanya tercatat sebesar 56,3 lebih tinggi dari bulan sebelumnya 55,2 dan juga perkiraan 56,2.
“Dengan pelemahan rupiah yang masih bergejolak, investor dapat fokus pada saham dolar earner,“ saran Purwoko.
IHSG pkemarin berhasil ditutup balik arah menguat (rebound) meski tipis. IHSG terkerek 3 poin atau 0,06% ke level 4.935,56.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,94 triliun dengan 3,66 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp126,21 miliar. Tercatat 125 saham naik, 176 saham melemah dan 107 saham stagnan.
“Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran support-resistance 4.910-4.949,“ kata Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono, Jumat (6/6/2014).
Jika IHSG berakhir menguat, maka akan melanjutkan reli hari sebelumnya. IHSG kemarin ditutup menguat tipis di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (USD) karena neraca perdagangan yg defisit dan diperkirakan bulan April akan kembali defisit.
Sementara dari eksternal, beberapa data makro AS yang dirilis di atas ekspektasi, seperti data industri jasa yang lebih bagus dari perkiraan. Industri jasa AS bulan Mei mengalami pertumbuhan tercepat dalam sembilan bulan terakhir, angkanya tercatat sebesar 56,3 lebih tinggi dari bulan sebelumnya 55,2 dan juga perkiraan 56,2.
“Dengan pelemahan rupiah yang masih bergejolak, investor dapat fokus pada saham dolar earner,“ saran Purwoko.
IHSG pkemarin berhasil ditutup balik arah menguat (rebound) meski tipis. IHSG terkerek 3 poin atau 0,06% ke level 4.935,56.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,94 triliun dengan 3,66 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp126,21 miliar. Tercatat 125 saham naik, 176 saham melemah dan 107 saham stagnan.
(rna)
Lihat Juga :