Dow Jones Ditutup Melanjutkan Rekor Baru

Rabu, 11 Juni 2014 - 08:58 WIB
Dow Jones Ditutup Melanjutkan...
Dow Jones Ditutup Melanjutkan Rekor Baru
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat hampir mendatar karena jatuhnya saham utilitas akibat melonjaknya imbal hasil obligasi tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam sebulan.

Meski begitu, indeks Dow Jones berhasil ditutup kembali mencetak rekor untuk hari keempat. Sementara indeks S&P 500 mengakhiri rekornya. Enam dari 10 sektor di indeks S&P 500 ditutup terkoreksi. Penurunan tersebut dipimpin sektor utilitas, yang tergerus 0,3%.

"Jelas banyak orang memperhatikan indeks S&P 500 yang telah mencetak rekor yang membutuhkan sedikit konsolidasi, sehingga aktivitas sedikit lebih tenang dari biasanya. Orang tidak memiliki alasan untuk menjual, tetapi mereka juga tidak memiliki alasan untuk kelua rdan membeli dengan antusias, sehingga berakhir dengan pola bertahan," kata Kepala Strategi Pasar Jones Trading Michael O'Rourke seperti dilansir Reuters, Rabu (11/6/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup naik 2,82 poin atau 0,02% ke 16.945,92; indeks S&P 500 (SPX) terkoreksi 0,48 poin atau 0,02% menjadi 1.950,79 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 1,75 poin atau 0,04% ke 4.338.

Saham eBay (EBAY.O) turun 2,7% menjadi USD48,25 dan merupakan salah satu saham yang menghambat kenaikan indeks S&P 500. Penurunan saham tersebut lantaran David Marcus, yang telah memimpin unit pembayaran Paypal eBay selama dua tahun terakhir akan mengundurkan diri bulan ini.

Dia bergabung ke Facebook untuk menjalankan produk messaging media sosial tersebut. Saham Facebook Inc (FB.O) ditutup naik 4,6% menjadi USD65,77.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
40 menit yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
55 menit yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
1 jam yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved