Pertumbuhan Ekonomi Dipangkas, Wall Street Terkoreksi

Kamis, 12 Juni 2014 - 08:57 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Dipangkas, Wall Street Terkoreksi
A A A
NEW YORK - Bursa saham Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir terkoreksi, dengan indeks Dow Jones mengakhiri rekornya dipicu pemangkasan pertumbuhan ekonomi global yang dilakukan Bank Dunia.

Bank Dunia kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini menjadi 2,8% dari sebelumnya 3,2% lantaran pengaruh musim dingin yang ekstrim di Amerika Serikat (AS) dan dampak krisis Ukraina.

"Satu-satunya berita yang mempengaruhi adalah proyeksi pertumbuhan global yang sedikit lebih rendah. Saya pikir itu menjadi alasan sejumlah investor mengambil keuntungan," kata Kepala Investasi Palisade Capital Management LLC Dan Veru seperti dilansir Reuters, Kamis (12/6/2014).

Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,4% dan merupakan persentase penurunan harian terbesar sejak 20 Mei 2014. Indeks sudah jatuh untuk dua hari berturut-turut setelah menguat selama empat hari berturut-turut.

Aksi jual meluas dan semua sektor di indeks S&P 500, kecuali energi ditutup melemah. Volume dan volatilitas perdagangan yang minim menyebabkan indeks diperdagangakan dalam kisaran sempit.

Hambatan terbesar di indeks S&P 500 adanlah terkoreksinya saham Bank of America Corp (BAC.N), yang turun 2,1% menjadi USD15,59.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup turun 102,04 poin atau 0,60% ke 16.843,88; indeks S&P 500 (SPX) turun 6,90 poin atau 0,35% ke 1.943,89 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 6,07 poin atau 0,14% ke 4.331,93.

Volume perdagangan kembali di bawah rata-rata. Tercatat hanya 5,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume tersebut di bawah rata-rata bulan lalu sebanyak 5,76 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved