Wall Street Menguat Didukung Aktivitas Merger

Selasa, 17 Juni 2014 - 08:56 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Didukung Aktivitas Merger
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat didukung berita merger di tengah memanasnya situasi di Irak yang mendorong melonjaknya harga minyak dunia. Hal ini menyebabkan pasar bergerak fluktuatif.

Saham sektor energi memimpin kenaikan, dengan sektor energi di indeks S&P 500 menguat 0,5%. Sedangkan sektor keuangan mengalami penurunan terbesar, dengan terkoreksi 0,4%.

Amerika Serikat menyatakan sedang mempertimbangkan melakukan serangan udara dan kerja sama dengan perusahaan musuh, Iran untuk membantu pemerintah Irak menghadapi pemberontak.

"Irak adalah alasan bagi investor untuk menjual saham saat ini. Begitu ada beberapa penjualan, pembeli datang segera, dan itulah sebabnya pasar fluktuatif seperti hari ini," kata Kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital Peter Cardillo seperti dilansir Reuters, Selasa (17/6/2014).

Sementara aktivitas merger dari pembuat perangkat medis, Medtronic Inc yang setuju membeli Dublin berbasis Covidien Plc sebesar USD42,9 miliar menyebabkan saham Medtronic turun 1,1% menjadi USD60,03. Sebaliknya, saham Covidien melonjak 20,5% menjadi USD86,75.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 5,27 poin atau 0,03% menjadi berakhir pada 16.781,01; indeks S&P 500 naik 1,62 poin atau 0,08% menjadi 1.937,78; dan Nasdaq Composite bertambah 10,45 poin atau 0,24% menjadi 4.321,11.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
32 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Infografis
Aktivitas Perusahaan...
Aktivitas Perusahaan Tambang Mempercepat Terjadinya Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved