Volume BBM Subsidi Ditetapkan 46 Juta KL

Kamis, 19 Juni 2014 - 12:34 WIB
Volume BBM Subsidi Ditetapkan...
Volume BBM Subsidi Ditetapkan 46 Juta KL
A A A
JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 telah disepakati untuk diundangkan. Salah satu yang menjadi poin yang disepakati adalah volume Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ditetapkan sebanyak 46 juta kiloliter (kl). Kuota ini dipangkas 2 juta dari sebelumnya 48 juta kl.

"Jadi volume (BBM) 46 juta kl tidak boleh lebih. Kalau dulu, mau lebih dari 46 juta kl harus pergi ke DPR Komisi VII, sekarang tidak bisa," ujar Menteri Keuangan Chatib Basri di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/6/2014) malam.

Kesepakatan ini pada dasarnya merupakan usulan DPR RI, yang meminta Pasal 13 dalam RUU APBN-P 2014 mengenai parameter/volume BBM untuk dihapuskan.

"Pemerintah menyampaikan begitu karena pertimbangan pemerintah adalah ini pemerintahan baru. Kalau terjadi apa-apa, ada kebutuhan volumenya lebih. Tetapi kalau pandangan DPR bahwa tidak dibutuhkan, ya sudah," imbuh dia.

Dengan demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pengadaan BBM harus melakukan berbagai cara untuk melakukan penghematan konsumsi bahan bakar primadona tersebut.

Sementara mengenai cara untuk melakukan penghematan, Chatib menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Kementerian ESDM sebagai regulator.

"Sekarang volumenya sudah pasti 46 juta kl. Bukan soal dibatasi. Apapun yang terjadi, harus 46 juta kl maksimal. Berarti pemerintah tidak ada opsi lain selain 46 juta kl. Karena 46,0001 juta pun, bensinnya tidakk ada. Caranya (menghemat) terserah, mau Sabtu, Minggu, Jumat kliwon, Rabu wage, silakan. Pokoknya jumlah totalnya 46 juta kl," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
18 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved