Garuda Angkut Calon Haji mulai 1 September

Jum'at, 27 Juni 2014 - 18:31 WIB
Garuda Angkut Calon...
Garuda Angkut Calon Haji mulai 1 September
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) mulai memberangkatkan phase pertama penerbangan haji tahun 2013/1434H, dimulai pada 1 September hingga 28 September 2014, sementara Phase Kedua (pemulangan) akan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober – 7 November 2014.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan, kesiapan perseroan dilakukan dengan penandatangan perjanjian bersama Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Kami telah melakukan penandatanganan perjanjian pengangkutan untuk musim Haji 2014/1435 H, hal ini sebagai kesiapan Garuda dalam melayani pengangkutan calon jemaah haji tahun ini," kata Emir dalam rilisnya, Jumat (27/6/2014).

Pada tahun 2014 ini, penerbangan langsung ke Madinah dilayani dari dua embarkasi yaitu Jakarta dan Medan dimana Phase Keberangkatan dimulai pada 1 September – 14 September 2013, dan Phase Pemulangan dilaksanakan pada pada 23 Oktober – 7 November 2014.

Pada musim Haji 2014/1435H ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 83.144 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 207 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu embarkasi Aceh (3.175 jemaah), Medan (6.663 jemaah), Padang (5.959 jemaah), Palembang (5.885 jemaah), Jakarta (10.814 jemaah), Solo (26.546 jemaah), Banjarmasin (4.195 jemaah), Balikpapan (4.284 jemaah), Makassar (11.972 jemaah) dan Lombok (3.651 jemaah).

Sebelumnya, pada tahun 2013/1434H lalu, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 89.946 jemaah Haji yang tergabung dalam 234 kelompok terbang dari 10 embarkasi.

Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2014/1435H ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 11 pesawat yang terdiri dari 6 pesawat A33-300 (kapasitas 375 seat), 4 pesawat B-747 (kapasitas 455 seat) dan 1 B-777 (kapasitas 440 seat).

Pesawat-pesawat tersebut rata-rata berusia muda dan beberapa diantaranya diproduksi pada tahun 2012. Proses tender pesawat tersebut dilaksanakan secara terbuka dan transparan, dan diumumkan di media cetak nasional dan internasional.

"Dalam kaitan dengan pelaksanaan penerbangan haji tahun tahun ini, Garuda menghimbau calon jemaah haji, bahwa demi keselamatan, keamanan penerbangan dan kenyamanan bersama - para jemaah dihimbau agar tidak membawa barang bawaan berbahaya (dangerous goods) ke pesawat," imbuhnya.

Sedangkan yang termasuk barang bawaan berbahaya antara lain: kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair-spray atau parfum dalam tabung semprot, dan lain-lain. Barang-barang elektronika juga harus dilepas dari baterainya.

Garuda Indonesia juga menghimbau para jemaah agar tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat. Hal ini perlu diingatkan kembali untuk mencegah (menghindari) adanya perbuatan (tindakan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Khusus mengenai barang bawaan, para jamaah haji diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia, yaitu barang bawaan tidak melebihi berat 32 Kg, baik saat keberangkatan menuju Jeddah atau Madinah maupun kepulangan ke Tanah Air.

Barang bawaan tersebut terdiri dari kopor, satu tas tentengan di kabin dan tas paspor. Garuda akan memberikan secara cuma-cuma lima liter air zam-zam kepada setiap jamaah di Bandara debarkasi Indonesia.

Garuda Indonesia menyiapkan sebanyak 484 orang awak kabin yang 70% di antaranya merupakan awak kabin yang berasal dari daerah-daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari “pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian jemaah hanya mampu berbahasa daerah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Mampu Bayar Hutang,...
Tak Mampu Bayar Hutang, PT Garuda Indonesia Bangkrut
Intip 5 Siasat Garuda...
Intip 5 Siasat Garuda Indonesia Saat Beban Utang Terus Membengkak
Menakar Skema Penyelamatan...
Menakar Skema Penyelamatan Garuda Indonesia di Tengah Lilitan Utang Jumbo
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik
Sanggupkah Garuda Indonesia...
Sanggupkah Garuda Indonesia Selamat, Ini Kata Dirutnya!
Selamatkan Garuda Indonesia,...
Selamatkan Garuda Indonesia, Pengamat Penerbangan Minta Semua Pihak Satu Bahasa
Berita Terkini
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
10 menit yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
30 menit yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
45 menit yang lalu
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
57 menit yang lalu
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
1 jam yang lalu
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Glenny H Kairupan, Dirut Baru Garuda Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved