Diskoperindag Sudah Beri Peringatan Koperasi Cipaganti

Selasa, 01 Juli 2014 - 19:55 WIB
Diskoperindag Sudah...
Diskoperindag Sudah Beri Peringatan Koperasi Cipaganti
A A A
BANDUNG - Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bandung mengaku sudah memberi peringatan kepada Koperasi Cipaganti yang tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tahun 2013 lalu. Peringatan tersebut diberikan jauh sebelum masalah Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) muncul ke permukaan.

"Dalam sebuah koperasi, RAT menjadi sebuah kewajiban. Kami sudah mengingatkan perngurus pada tahun 2013 untuk melakukan RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada anggota selaku pemilik modal,” ujar Kepala Diskoperindag Kota Bandung Ema Sumarna kepada wartawan belum lama ini.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No.25 Tahun 1992, RAT tidak boleh lebih tiga bulan dari tahun buku.

“Pengurus Koperasi CKGP melayangkan jawaban melalui surat kepada kami. Di sana tertera, pengurus tidak bisa melaksanakan RAT karena dilarang oleh Andi. Jawaban tersebut sangat tidak masuk akal karena pemilik modal atau saham di koperasi tersebut adalah anggota,” sambungnya.

Alasannya, kata Ema, koperasi sedang melakukan restrukturiasi. Padahal sudah jelas dalam aturan, RAT wajib dilaksanakan oleh pengurus.

“Oktober 2012 pun, kami telah mengingatkan pengurus untuk memperbaiki sisi manajemen. Berdasarkan surat dari Badan Pengawas Penanaman Modal (Bapepam) yang telah mencium adanya masalah di Koperasi CKGP. Pasalnya, Koperasi CKGP telah menyertakan modal dari pihak ketiga,” tutur Ema.

Berdasarkan Pasal 60 UU No. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, koperasi diperbolehkan untuk mengelola dana dari pihak ketiga.

“Terpenting adalah pengurus harus amanah dalam mengelola dana tersebut. Karena walau bagaimanapun dana tersebut merupakan titipan atau kepercayaan orang yang menyertakan modal," terangnya.

Terkait dengan pernyataan pengurus yang mengakui hanya menjadi "boneka", Ema menjelaskan, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi. "Pengakuan tersebut, seharusnya tidak boleh terjadi. Ini jelas ada miss manajemen dalam tata kelola koperasi tersebut," tambah Ema.

Selanjutnya, Ema mengatakan, pihaknya menunggu proses dan pengembangan yang saat ini dilakukan oleh pihak kepolisian. “Semoga saja permasalahan ini bisa secepatnya selesai. Kami hanya bisa menunggu proses yang dilakukan pihak kepolisian,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasar Properti Mulai...
Pasar Properti Mulai Bergerak, Intiland Siapkan Pengembangan Hunian Baru
Kejagung Tahan Dirut...
Kejagung Tahan Dirut PT PKS Terkait Korupsi Graha Telkom Sigma
Anak-anak Boleh Nonton...
Anak-anak Boleh Nonton di Bioskop, CGV Umumkan Prokes Terbaru
Tiga Pertimbangan MA...
Tiga Pertimbangan MA Tolak PK Terpidana Dirut PT Satria Lestari Graha
Dirut PT Citra Nusantara...
Dirut PT Citra Nusantara Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Bangun Klaster Dandelion...
Bangun Klaster Dandelion di Graha Natura, Intiland Grande Bidik Pasar Milenial
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved