Wall Street Cetak Rekor Didukung Data Tenaga Kerja
Jum'at, 04 Juli 2014 - 09:02 WIB
Wall Street Cetak Rekor Didukung Data Tenaga Kerja
A
A
A
NEW YORK - Tiga indeks utama di Wall Street mencetak rekor tertinggi. Indeks Dow dan S&P 500 berakhir pada rekor tertinggi ketiga berturut-turut serta Nasdaq ditutup pada level tertinggi sejak 2000 dan naik untuk pekan ketiga berturut-turut menjelang libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS).
Indeks Dow Jones berhasil menembus level 17.000 untuk kali pertama didukung laporan tenaga kerja Juni yang di atas ekspektasi. Tenaga kerja AS pada Juni sebanyak 288 ribu atau di atas ekspektasi ekonom sebanyak 212 ribu.
Sementara tingkat pengangguran AS turun menjadi 6,1%, terendah sejak September 2008. Ini memberi harapan bahwa ekonomi AS bangkit kembali pada kuartal II.
Tercatat sembilan dari 10 sektor di indeks S&P 500 naik. Satu-satunya sektor yang negatif adalah utilitas (SPLRCU), yang turun 1,1%. Sektor utilitas terimbas data pekerjaan Juni yang mendorong Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga lebih awal dari sebelumnya.
"Data itu sangat baik dan tanda nyata ekonomi mulai lepas landas. Ini memberi imbas beragam karena The Fed akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga pada kuartal I (2015)," kata Kepala Strategi Global JP Morgan Funds David Kelly seperti dilansir Reuters, Jumat (4/7/2014).
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup naik 92,02 poin atau 0,54% ke 17.068,26; indeks S&P 500 (SPX) menguat 10,82 poin atau 0,55% ke 1.985,44 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 28,19 poin atau 0,63% ke 4.485,93.
Sepanjang pekan ini, Dow naik 1,3%, S&P 500 menguat 1,25% dan Nasdaq bertambah 2%. Dengan kenaikan pekan ini, Nasdaq telah menguat selama tujuh dari delapan pekan terakhir, meningkat lebih dari 10% selama periode tersebut.
Indeks Dow Jones berhasil menembus level 17.000 untuk kali pertama didukung laporan tenaga kerja Juni yang di atas ekspektasi. Tenaga kerja AS pada Juni sebanyak 288 ribu atau di atas ekspektasi ekonom sebanyak 212 ribu.
Sementara tingkat pengangguran AS turun menjadi 6,1%, terendah sejak September 2008. Ini memberi harapan bahwa ekonomi AS bangkit kembali pada kuartal II.
Tercatat sembilan dari 10 sektor di indeks S&P 500 naik. Satu-satunya sektor yang negatif adalah utilitas (SPLRCU), yang turun 1,1%. Sektor utilitas terimbas data pekerjaan Juni yang mendorong Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga lebih awal dari sebelumnya.
"Data itu sangat baik dan tanda nyata ekonomi mulai lepas landas. Ini memberi imbas beragam karena The Fed akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga pada kuartal I (2015)," kata Kepala Strategi Global JP Morgan Funds David Kelly seperti dilansir Reuters, Jumat (4/7/2014).
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup naik 92,02 poin atau 0,54% ke 17.068,26; indeks S&P 500 (SPX) menguat 10,82 poin atau 0,55% ke 1.985,44 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 28,19 poin atau 0,63% ke 4.485,93.
Sepanjang pekan ini, Dow naik 1,3%, S&P 500 menguat 1,25% dan Nasdaq bertambah 2%. Dengan kenaikan pekan ini, Nasdaq telah menguat selama tujuh dari delapan pekan terakhir, meningkat lebih dari 10% selama periode tersebut.
(rna)
Lihat Juga :