Dituntut Petani Tebu, Ini Jawaban Mendag

Rabu, 09 Juli 2014 - 11:57 WIB
Dituntut Petani Tebu,...
Dituntut Petani Tebu, Ini Jawaban Mendag
A A A
JAKARTA - Sejumlah petani tebu mengajukan gugatan yang ditujukan kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, karena dianggap membuat kebijakan harga gula yang merugikan petani.

Menanggapi hal itu, Lutfi yang ditemui usai acara buka puasa bersama di kantornya mengaku telah berusaha untuk memperbaiki harga-harga tersebut. Bahkan dirinya telah berbicara konstan dengan Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) terkait permasalahan ini.

"Jumlah petani itu dua juta. Tapi percayalah bahwa yang saya kerjakan ini dengan niatan baik, mencoba untuk adil dan bersih supaya untuk menjaga kemaslahatan bersama," lirihnya di Kantor Kemendag, Selasa (8/7/2014) malam.

Kendati demikian, dia mengatakan, tetap mempersilakan segelintir petani yang mengadukannya ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) dan Mahkamah Agung (MA) terkait hal ini.

"Tapi dengan adanya negara demokrasi, mau menuntut apa boleh buat. Ya kita ladeni. Tetapi yang dituntut apanya? Impornya? Impor Bulog itu sudah saya katakan kemarin dengan APTRI dan asosiasi gula lainnya bahwa saya kasih (kuota) 350 ribu ton, yang terealisasi itu tidak lebih dari 22 ribu ton," imbuhnya.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini juga mempersilakan jika para petani menuntut ingin menghapuskan Harga Pokok Petani (HPP) gula tersebut. Dia mengaku hanya menjalankan kewajibannya untuk mengeluarkan HPP gula supaya baik.

"Kenapa HPP nya terlalu rendah? Kalau Anda boleh tahu sekarang trennya, itu harga gula turun terus. Jadi mau dinaikin apapun sekarang ini kemungkinan besar kalau tidak disanggah, tidak dikomunikasikan dengan baik harga gula akan turun terus," jelasnya.

Lutfi pun mengklaim, komunikasinya dengan APTRI telah dijaganya dengan baik. Dia pun berusaha melakukannya dengan adil dan bersih untuk menjaga kemaslahatan bersama.

"Saya inten ya masalah gula ini, kan saya sudah bilang harga naik itu lebih mudah dibanding harga turun. Dan ini cobaan saya, harganya turun semua. Saya takut gitu lho," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved