Wall Street Merosot Akibat Penembakan MH17

Jum'at, 18 Juli 2014 - 09:04 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Akibat Penembakan MH17
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdgangan Kamis waktu setempat berakhir merosot. Indeks S&P 500 mencatat penurunan persentase terbesar sejak 10 April di tengah berita diroketnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 17 di dekat perbatasan Ukraina-Rusia.

Amerika Serikat menyatakan Malaysia Airlines Boeing 777 dengan penumpang 295 orang kemungkinan diroket dengan rudal darat. Kecelakaan itu diikuti peningkatan ketegangan antara Ukraina dan Rusia yang mengakibatkan bentrokan di sepanjang perbatasan, termasuk penargetan pesawat militer.

Pemerintah AS khawatir konflik di Ukraina akan melebar setelah sanksi AS terhadap Rusia diumumkan Rabu malam waktu setempat. Selain tragedi itu, yang juga menekan pasar adalah konflik antara Palestina dan Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis memerintahkan militer untuk memulai serangan darat ke Gaza.

Akibat tragedi dan konflik tersebut, investor menjual saham untuk menghindari risiko dan beralih ke investasi aman lainnya seperti obligasi dan emas.

"Saya tidak ingat waktu adasesuatu yang terjadi selain pertempuran geopolitik, yang semuanya menciptakan ketidakpastian. Kami sudah siap untuk koreksi, tapi kita perlu melihat apakah ada tindak lanjut untuk langkah ini," kata Kepala Investasi Fidusia Trust Co Michael Mullaney seperti dilansir Reuters, Jumat (18/7/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 161,39 poin atau 0,94% menjadi berakhir pada 16.976,81; indeks S&P 500 anjlok 23,45 poin atau 1,18% ke 1,958.12 dan Nasdaq Composite turun 62,52 poin atau 1,41% ke 4.363,45.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
1 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
4 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
7 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
8 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
10 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved