Wall Street Terkoreksi Dipicu Konflik Rusia

Jum'at, 08 Agustus 2014 - 09:01 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Konflik Rusia
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terkoreksi dipicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global seiring respon keras Rusia terhadap sanksi negara Barat.

Menyusul sanksi yang dijatuhkan negara Barat, Rusia melarang melakukan impor makanan dari negara-negara Barat. Investor makin khawatir konflik antara Rusia dan ukraina akan meningkat dengan jatuhnya jet tempur Ukraina.

Kalangan analis menilai, meningkatnya ketegangan di Rusia akan memicu penjualan saham.

"Sebelum kejadian ini, investor AS selalu berpikir kekhawatiran geopolitik tidak lebih dari 24 jam. Sekarang, kekhawatiran berkembang ke prospek pertumbuhan global ke bawah. Sejauh ini, investor tampaknya lebih rentan terhadap penjualan dari pada membeli karena mereka sebelumnya telah terbiasa melakukan," kata Kepala Analis Pasar di Interactive Brokers Group Andrew Wilkinson seperti dilansir Reuters, Jumat (8/8/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 75,07 poin atau 0,46% ke 16.368,27; indeks S&P 500 ditutup melemah 10,67 poin atau 0,56% ke 1.909,57 dan Nasdaq Composite melemah 20,09 poin atau 0,46% ke 4.334,97.

Sekitar 5,5 miliar lembar saham diperdagangkan di semua platform AS. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan selama lima hari sebanyak 6,9 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
27 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
1 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved