Solar Dibatasi, Tarif Transportasi Akan Naik

Minggu, 10 Agustus 2014 - 12:34 WIB
Solar Dibatasi, Tarif...
Solar Dibatasi, Tarif Transportasi Akan Naik
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengenai pembatasan solar bersubsidi dinilai akan berdampak pada meningkatnya biaya operasional angkutan umum, yang akan dibebankan kepada konsumen.

"Jika hal tersebut (pembatasan solar bersubsidi) terjadi pada angkutan penumpang, dampaknya adalah kenaikkan tarif angkutan umum yang tidak terhindarkan, kecuali disubsidi oleh pemerintah," kata Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas kepada Sindonews, Minggu (10/8/2014).

Sementara jika itu angkutan barang, maka dampaknya adalah kenaikkan harga barang yang tidak terelakkan sebagai konsekuensi logis dari kenaikkan biaya kirim akibat pembatasan solar.

Dia menjelaskan, dengan pembatasan penjualan solar bersubsidi saat ini akan menyebabkan kenaikkan biaya operasional angkutan umum secara signifikan. Pasalnya, ongkos untuk bahan bakar dan beli ban mencapai 50-52% dari total operasional angkutan umum.

"Besaran biaya operasional yang hanya untuk dua komponen tersebut akan mengambil jatah biaya perawatan rutin. Padahal, perawatan kendaraan secara rutin itu amat diperlukan karena terkait langsung dengan aspek keselamatan penumpang," ujar dia.

Biasanya, para operator akan mengambil tindakan perawatan itu dengan cara spekulatif, yaitu kanibalisasi dengan menggunakan onderdil kendaraan lain yang sudah tidak jalan.

"Ini tentu saja merupakan tindakan yang mengancam keselamatan penumpang, tapi harus dilakukan demi keberlangsungan bisnis transportasi itu sendiri," ujar Darma.

Sekedar informasi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) dalam surat edarannya menyatakan bahwa solar bersubsidi dilarang diperjualbelikan di wilayah Jakarta Pusat mulai 1 Agustus 2014.

Selanjutnya, mulai 6 Agustus, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur tol tidak lagi menjual BBM jenis premium. Langkah ini dilakukan agar kuota BBM bersubsidi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 tidak jebol.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Diatur, Begini Dampaknya buat Masyarakat
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Subsidi BBM Dinikmati...
Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Aturan Pembatasan Pertalite Harus Segera Disahkan
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
5 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
47 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved