RAPBN 2015 Tak Masukkan Kebijakan Subsidi BBM

Selasa, 12 Agustus 2014 - 13:57 WIB
RAPBN 2015 Tak Masukkan...
RAPBN 2015 Tak Masukkan Kebijakan Subsidi BBM
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menegaskan, pemerintahan sekarang tidak akan mengambil kebijakan baru dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015, termasuk kebijakan mengenai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurutnya, RAPBN 2015 hanyalah baseline bagi pemerintah baru, sementara mengenai kebijakan akan diberikan ruang sepenuhnya kepada pemerintah baru.

"Karena RAPBN 2015 adalah baseline untuk operasional disitu adalah untuk gaji, operasional kantor, kegiatan yang sifatnya rutin yang memang sudah harus dilakukan oleh pemerintah," ungkap dia di Kantor Kemenkeu Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, jika pemerintah baru masuk setelah 20 Oktober 2014, tentunya akan ada ruang yang sangat luas bagi pemerintah baru untuk melakukan penyesuaian dalam APBN 2015.

"Tentunya saya berharap tapi kalau pemerintah baru masuk setelah 20 Oktober 2014 tentunya itu akan ada ruang yang sangat luas sekali untuk pemerintah baru lakukan penyesuaian dalam APBN-nya, kalau untuk persiapannya bisa dilakukan," imbuh dia.

Untuk subsidi BBM, sambung dia, pagu kuotanya akan tetap berada di angka 48 juta kiloliter (kl). Sementara mengenai asumsi makro dalam RAPBN 2015 yang diajukan pemerintah, dia mengaku tidak ada perubahan yang dilakukan.

"2015 range-nya tetap dalam 5,5%-5,6%, exchange rate-nya kisaran Rp11.500-Rp12.100, SPN 6%-6,5%, ICP-nya USD105. Biar nanti pemerintahan baru harus melakukan APBNP. Supaya nanti program mereka akan bisa masuk," tukas dia.

Sekadar informasi, asumsi makro RAPBN 2015 adalah:

1. Target pertumbuhan ekonomi 5,5%-6%.
2. Tingkat inflasi 3,5%-5%.
3. Nilai tukar rupiah terhadap USD Rp11.500-Rp12.100.
4. Tingkat suku bunga SPN 3 bulan 6%-6,5%.
5. Lifting minyak 830 ribu-900 ribu barel per hari.
6. ICP USD95-USD110 per barel.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
3 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
4 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
5 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
5 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
5 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved