Wall Street Menguat Dipicu Meredanya Konflik Ukraina

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 09:02 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Dipicu Meredanya Konflik Ukraina
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan kamis waktu setempat berakhir menguat didukung meredanya konflik antara Rusia dan Ukraina.

Pernyataan damai dari Rusia membantu meredakan kekhawatiran tentang eskalasi konflik di Ukraina dan mengimbangi sejumlah kinerja keuangan emiten yang mengecewakan. Pasar telah ditekan dalam beberapa pekan terakhir oleh ketidakpastian konflik.

Kenaikan meluas, kecuali satu dari sektor saham di indeks S&P. Saham sektor kesehatan (SPXHC) naik 1,2% dan memimpin kenaikan, sementara sektor energi (SPNY) tergelincir 0,5%.

Saham Wal-Mart Stores Inc (WMT.N) melaporkan laba dan pendapatan yang memenuhi harapan. Tetapi perusahaan memangkas proyeksi untuk kuartal mendatang. Saham komponen Dow ini naik 0,5% menjadi USD74,39.Saham Cisco Systems Inc (CSCO.O) turun 2,6% menjadi USD24,54.

"Pada bulan Oktober, The Fed akan menjauh dari stimulus, dan karena kami tidak punya koreksi dalam waktu yang lama, itu bisa merusak hal-hal yang sangat cepat setelah orang menyadari pertumbuhan tidak sesuai dengan harapan mereka," kata Presiden Duncan Financial Management Jeff Duncan seperti dilansir Reuters, Jumat (15/8/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 61,78 poin atau 0,37% menjadi 16.713,58; indeks S&P 500 naik 8,46 poin atau 0,43% menjadi berakhir pada 1.955,18 dan Nasdaq Composite bertambah 18,88 poin atau 0,43% menjadi berakhir pada 4.453,00.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
8 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
8 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
10 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
13 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
16 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
16 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved