Hingga Akhir Juli Kimia Farma Raih Penjualan Rp2,3 T

Selasa, 19 Agustus 2014 - 15:59 WIB
Hingga Akhir Juli Kimia...
Hingga Akhir Juli Kimia Farma Raih Penjualan Rp2,3 T
A A A
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) pada periode Januari hingga akhir Juli 2014 telah memperoleh penjualan sebesar Rp2,3 triliun, raihan tersebut telah mencapai 45% dari target penjualan hingga akhir tahun diangka Rp5,2 triliun.

Corporate Secretary dan Direktur Keuangan Kimia Farma, Farida Astuti mengungkapkan perolehan penjualan hingga akhir Juli tersebut, sebagian besar didapat melalui anak usaha PT Kimia Farma Apotik (KFA).

"Anak usaha Kimia Farma Apotik memberikan kontribusi penjualan sebesar sebesar Rp1,4 triliun hingga akhir Juli 2014," kata Farida kepada sejumlah media, Selasa (19/8/2014).

Sedangkan anak usaha lainnya yaitu PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) membukukan penjualan sebesar Rp750 miliar. Untuk diketahuin, KFTD memiliki lini bisnis penjualan dan distribusi alat kesehatan dan sejumlah obat-obatan.

Perolehan penjualan KFTD didorong dengan mulai efektifnya program e-Catalogue yang sudah dijalankan pemerintah.

"Sampai dengan semester I/2014, Kimia Farma telah memperoleh laba bersih sebesar Rp82,4 miliar, kami akan terus mendorong pendapatan dari sejumlah sektor seperti manufaktur, ritel dan trading," imbuhnya.

Salah satu upaya perseroan untuk terus menggenjot penjualan pada tahun ini, yaitu melalui peluncuran sejumlah hasil penelitian alat kesehatan.

Emiten farmasi pelat merah ini turut menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) dalam mengembangkan alat kesehatan baru yang bermerk Gamma-CHA. Produk hasil penelitian tersebut akan dipasarkan oleh Kimia Farma.

Gamma-CHA adalah produk alat kesehatan yang merupakan ikon jaringan tulang pertama di Indonesia. Dengan gamma-CHA memungkinkan para dokter gigi, ahli bedah mulut, perodentist, ahli ortopedi dan ahli lainnya yang bergerak dalam terapi regeneratif tulang dapat mempercepat pertumbuhan tulang yang hilang tanpa harus mengambil bagian tulang pasien yang masih sehat.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kembali Berlayar di...
Kembali Berlayar di Kepulauan Seribu, Klinik Apung Disambut Positif
Luncurkan 2 Layanan...
Luncurkan 2 Layanan Baru, Kimia Farma Diagnostika Optimistis Raih Pendapatan Rp2,5 T
Layanan Vaksinasi Covis-19...
Layanan Vaksinasi Covis-19 Berbayar di Kimia Farma, Intip Jenis Vaksin dan Cara Pendaftarannya
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Menelusur Fakta Vaksinasi...
Menelusur Fakta Vaksinasi Bayar Sendiri di Kimia Farma Berujung Penundaan
Partai Gelora Kritik...
Partai Gelora Kritik Bos Kimia Farma Tolak Minta Maaf Kasus Antigen Bekas
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
6 menit yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
27 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved