Menkeu Klaim RAPBN untuk Ringankan Beban Rakyat

Jum'at, 22 Agustus 2014 - 11:12 WIB
Menkeu Klaim RAPBN untuk...
Menkeu Klaim RAPBN untuk Ringankan Beban Rakyat
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri memberikan tanggapan atas berbagai pendapat yang mempertanyakan besarnya angka subsidi, khususnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015.

Saat memberikan tanggapan terhadap Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 201 pada Sidang Paripurna DPR-RI, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (21/8/2014), Menkeu menegaskan, penyediaan anggaran subsidi dalam RAPBN 2015 diarahkan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat, meringankan beban masyarakat dalam memperoleh kebutuhan dasar dengan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan menjaga agar produsen mampu menghasilkan produk kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

“Sampai saat ini, pemerintah masih konsisten untuk mengalokasikan subsidi, khususnya untuk rakyat miskin dan petani yang memang layak dan tepat menerimanya,” kata Chatib.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam RAPBN 2015 yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di hadapan Rapat Paripurna DPR-RI, Jumat (15/8/2014), pemerintah mengajukan anggaran subsidi secara keseluruhan mencapai Rp433,512 triliun atau naik Rp30,476 triliun dibanding angka subsidi pada APBNP 2014.

Dari total subsidi Rp433,512 triliun itu, sebagian besar dialokasikan untuk subsidi energi yaitu Rp363,534 triliun, yang terdiri atas subsidi BBM, BBN, elpiji 3 kg, dan LGV sebesar Rp291,111 triliun atau naik Rp44,617 triliun dibanding APBNP 2014, sementara subsidi listrik Rp72,422 triliun atau turun Rp31,393 triliun dibanding APBNP 2014.

Adapun subsidi non energi jumlahnya mencapai Rp69,977 triliun atau naik Rp17,252 triliun dibanding APBNP 2014. Dalam Nota Keuangan RAPBNP 2015 disebutkan, subsidi energi ini terdiri atas: Subsidi Pangan Rp18,939 triliun; Subsidi Pupuk Rp35,703 triliun; Subsidi Benih Rp939,4 miliar; Subsidi PSO Rp3,261 triliun (terdiri atas PT KAI Rp1,523 triliun, PT Pelni Rp1,607 triliun, dan LKBN Antara Rp130,3 miliar); Subsidi Bunga Kredit Program Rp2,484 triliun; dan Subsidi Pajak Rp8,650 triliun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
24 menit yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
41 menit yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
1 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
1 jam yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved