Indeks S&P 500 Berakhir pada Rekor Tertinggi

Selasa, 26 Agustus 2014 - 08:58 WIB
Indeks S&P 500 Berakhir...
Indeks S&P 500 Berakhir pada Rekor Tertinggi
A A A
NEW YORK - Indeks di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup berbalik menguat. Indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi dan sempat menyentuh level 2.000 didukung saham keuangan dan bioteknologi.

"Secara psikologis lumayan penting untuk menutup di atas 2.000 tetapi akan semakin penting jika kita melihat pasar bergerak fluktuatif di level ini untuk periode yang diperpanjang. (Investor) akan kembali ke fundamental dan musim laba yang kuat pada kuartal II dan peningkatan ekonomi," kata Direktur Strategi Ekuitas Global di Wells Fargo Private Bank Sean Lynch seperti dilansir Reuters, Selasa (26/8/2014).

Indeks berhasil naik meski di tengah kekhawatiran investor terhadap pengurangan stimulus oleh Federal Reserve dan meningkatnya konflik antara Ukraina dan Rusia.

Dalam data ekonomi terbaru, sektor jasa AS dan pasar perumahan di bawah perkiraan, namun mengindikasikan perekonomian masih pada jalur pertumbuhan yang solid.

Saham Biotech, yang telah pulih dari penurunan tajam awal tahun ini menjadi pendorong utama kenaikan saham baru-baru ini. Indeks Nasdaq Biotech naik 2,4% dan naik 8,6% pada bulan tersebut.

Saham InterMune melonjak 35,4% menjadi USD72,85, membantu mengangkat sektor ini setelah sepakat untuk diakuisisi oleh Roche Holding AG sebesar USD8,3 miliar.

Sementara saham keuangan juga termasuk di antara yang terkuat hari ini. Saham Morgan Stanley naik 2,2% menjadi USD34,20, sementara Goldman Sachs Group Inc naik 1,4% menjadi USD177,87. Sektor keuangan di indeks S&P naik 0,8%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 75,65 poin atau 0,44% menjadi 17.076,87; indeks S&P 500 naik 9,52 poin atau 0,48% menajdi 1.997,92 dan Nasdaq Composite bertambah 18,80 poin atau 0,41% ke 4.557,35.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
29 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
1 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
3 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
4 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved