Pengkitiran Dicabut, BBM Over Kuota 1,35 juta KL

Rabu, 27 Agustus 2014 - 14:43 WIB
Pengkitiran Dicabut,...
Pengkitiran Dicabut, BBM Over Kuota 1,35 juta KL
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah mencabut kebijakan pengkitiran/penjatahan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang telah dilakukannya sejak 18 Agustus 2014, mulai semalam.

Hal ini dilakukan atas permintaan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandjung (CT) lantaran kebijakan tersebut justru menyebabkan panic buying di masyarakat.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan bahwa dengan dicabutnya kebijakan tersebut, penjualan bahan bakar primadona tersebut diprediksi akan meningkat 30% dari penjualan normal.

Kuota BBM bersubsidi yang dipatok pemerintah sebesar 46 juta kiloliter (KL) diprediksi akan melebihi kuota sebanyak 1,35 juta KL.

"Saya lapor, menurut perhitungan kami, kuotanya tidak cukup sampai akhir tahun. Pemerintah bilang ini tanggung jawab pemerintah," ucapnya di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, Bos Transcorp Media itu mengatakan jika pagu kuota yang ditetapkan sebesar 46 juta KL melampaui, maka akan dilaporkannya kepada Menteri Keuangan (Menkeu).

"Pagu kuota tidak boleh dilampaui. Tidak, nanti akan saya sampaikan ke Menkeu. Kebijakan ini tidak akan merugikan Pertamina," papar Hanung menirukan CT.

Atas titah dari CT yang disampaikan secara lisan tersebut, Hanung berkeyakinan bahwa jika penyaluran BBM bersubsidi tersebut melampaui kuota, maka akan menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Pertamina mendengarkan dan tunduk arahan pemerintah. Sejak kemarin sudah memerintahkan untuk menghentikan pengkitiran, dan menjual normal. Hari ini penyaluran nasional sudah diperintahkan untuk menjual 30% di atas kebutuhan normal," tukas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved