Pemerintah Harus Ubah Paradigma Pemberian Subsidi

Rabu, 27 Agustus 2014 - 19:53 WIB
Pemerintah Harus Ubah...
Pemerintah Harus Ubah Paradigma Pemberian Subsidi
A A A
JAKARTA - Anggota komisi VII DPR RI Satya Yudha mengatakan, untuk masalah keadilan kepada rakyat kecil yang erat kaitannya dengan ramainya subsidi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), harus ada gerakan dari pemerintah. Pemerataan kesejahterannya harus dari segi sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, pemerintah harus mengubah paradigma pemberian subsidi. Paradigmanya adalah dengan pemberian subsidi langsung. Pasalnya, jika BBM naik, rakyat kecil akan terkena imbas dari ini semua karena beban mereka yang semakin berat. Salah satu cara untuk meringankannya adalah dengan pemberian subsidi langsung.

"Harus dibuat jaring pengamanan sosial. Ini diperuntukkan untuk masyarakat miskin. Kan kategori tidak mampu itu ada tiga, mendekati miskin, miskin dan sangat miskin. Ini jumlahnya sudah 71 juta penduduk," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Yang dimaksud jaring sosial ini, ungkap Satya, adalah dari segi pendidikan dan kesehatan harus ada subsidi langsung yang diberikan pemerintah.

"Subsidi pendidikan harus dirubah, misalnya dengan cara membebaskan biaya bagi mereka yang kurang mampu dari SD hingga kuliah tanpa ada pungutan apapun," ujarnya.

Untuk masalah kesehatan, lanjutnya, harus ada asuransi kesehatan secara langsung. "Kalau ada asuransi kesehatan gratis, saya yakin rumah-rumah sakit di Indonesia tidak akan menolak, karena sudah ada asuransi yang datangnya dari subsidi langsung pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, itulah target utama untuk pemanfaatan subsidi yang langsung kepada masyarakat. Karena dirinya menilai subsidi yang diberikan pemerintah selama ini dinilai tidak langsung pada sasaran.

"Belum ada yang langsung. Mana ada? Waktu itu ada BLT tapi itu bertahan beberapa bulan," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
46 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
56 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved