6.000 Karyawan Malaysia Airlines Terancam PHK

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 15:29 WIB
6.000 Karyawan Malaysia...
6.000 Karyawan Malaysia Airlines Terancam PHK
A A A
KUALA LUMPUR - Malaysian Airline Sistem Bhd (MAS), yang telah kehilangan dua pesawat tahun ini, dalam rencana restrukturisasi disebutkan akan melakukan PHK besar-besaran sebanyak 6.000 karyawan.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (29/8/2014), seorang sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, pemilik mayoritas saham, Khazanah Nasional Bhd akan memperpanjang kontrak Chief Executive Officer (CEO) Ahmad Jauhari Yahya setelah habis masa kerjanya bulan depan.

"Kebutuhan untuk merestrukturisasi perusahaan ini dipercepat setelah bencana (kecelakaan pesawat) yang merusak merek maskapai," kata Ahmad Jauhari, dalam pernyataannya, kemarin.

"Perusahaan kami harus menjalani pemeriksaan ulang secara menyeluruh dan evaluasi ulang dalam rangka memposisikan diri agar Malaysia Airlines kuat dan berkelanjutan di masa depan," tambahnya.

Malaysia Airlines
pada akhir 2013 tercatat memiliki 19.577 karyawan (data yang dikumpulkan Bloomberg). Perdana Menteri Najib Razak menyatakan "langkah yang menyakitkan" perlu diambil untuk merombak maskapai penerbangan yang tersiksa kerugian hingga 4,9 miliar ringgit sejak awal 2011.

Malaysia berjuang memperbaiki citranya yang hancur setelah MH370 hilang pada 8 Maret lalu, dalam perjalanan Kuala Lumpur-Beijing yang mengangkut 239 orang penumpang. Insiden itu memicu protes jalanan di Beijing dan mendorong boikot wisatawan China.
Hingga kini, tidak ada jejak pesawat ditemukan dalam pencarian terpanjang di dunia pada sejarah penerbangan modern.

"Tim kami telah bekerja keras dan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan pasar dan membangun kembali penjualan. Tragisnya, di saat melihat tanda-tanda pemulihan di semua lini, kita mendapat pukulan dengan (jatuhnya) MH17," ujar Ahmad.

Penerbangan MH17 yang membawa 298 orang ditembak jatuh di Ukraina dalam rute penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional menyebutkan pemerintah Ukraina menyalahkan jatuhnya pesawat terhadap pemberontak pro-Rusia di bagian timur negara itu.

(Baca: Malaysia Airlines Dilaporkan Akan PHK Ribuan Karyawan)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PM Malaysia Mundur,...
PM Malaysia Mundur, Ringgit Jatuh ke Level Terendah
Wapres Minta Ekonomi...
Wapres Minta Ekonomi Perbatasan Indonesia-Malaysia Diperkuat
Malaysia Akui Keberadaan...
Malaysia Akui Keberadaan TKI Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Malaysia Lockdown Total,...
Malaysia Lockdown Total, Dampak Ekonominya ke RI Tak Signifikan
Ekonomi Malaysia Resmi...
Ekonomi Malaysia Resmi Krisis secara Teknis, Terparah Sejak 1998
IMF Prediksi Ekonomi...
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved