Program Oneintwenty Movement Ajak Pengusaha Naik Kelas

Sabtu, 30 Agustus 2014 - 16:49 WIB
Program Oneintwenty...
Program Oneintwenty Movement Ajak Pengusaha Naik Kelas
A A A
JAMBI - Program pengusaha naik kelas Oneintwenty Movement Pro Indonesia diluncurkan secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi pada (26/8).

Pendiri Yayasan Pro Indonesia Budi Satria Isman mengatakan ini adalah gerakan nasional masyarakat wirausaha Indonesia yang bertujuan menyiapkan wirausaha menghadapi AFTA 2015. Sehingga mendorong terciptanya sejuta wirausaha hingga tahun 2020 di Indonesia.

One in twenty movement saat ini akan dilakukan di delapan kota besar di Indonesia. Masing-masing Jakarta, Bandung, Surabaya, Yoyakarta, Jambi, Palembang, Pekanbaru dan Padang.

Metode yang dikembangkan awalnya dengan menciptakan pelatih-pelatih bisnis, lalu dengan smart bussines map (SBM) dilakukan pembinaan secara terstruktur dan berkesinambungan.

“Program ini diharapkan dapat menjadikan pengusaha mikro, kecil dan menengah dan menjadikan mereka pengusaha naik kelas yang berkembang secara profesional,” ujar Budi Isman Pendiri Yayasan Pro Indonesia.

Disebutkannya dari 240 juta penduduk, hanya 1,66% saja yang menjadi pengusaha. Merujuk hal itu, tekadnya, pada tahun 2020 bisa mencetak 5% dari masyarakat Indonesia menjadi pengusaha. Misalnya dari 20 lulusan perguruan tinggi, 1 diantaranya adalah pengusaha.

Budi menambahkan, untuk mengubah mindset pengusaha dengan tidak menjadikan modal sebagai kendala utama begitu juga pasar. Jika permasalahan terkendala pasar, begitu banyak di antara retail dan pusat perbelanjaan yang masih terbuka dengan berbagai produk-produk pengusaha lokal.

Begitu juga modal. Karena jika usaha yang dimiliki bagus dan punya bussinesplan yang baik, akan ada banyak orang yang mau berinvestasi.

Mantan CEO Sari Husada (susu SGM) ini mengatakan, kondisi saat ini mindset kebanyakan masyarakat yang kurang berminat menjadi pengusaha, namun lebih banyak berharap menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dengan menjadi pengusaha maka menurutnya bakal tercipta lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan memang perlu pembenahan-pembenahan untuk mendorong agar masyarakat tergerak menjadi pengusaha, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan juga mental.

One in twenty Movement ini merupakan ide yang sangat bagus untuk menstabilkan ekonomi masyarakat. Bukan ekonomi kapitalis, melainkan ekonomi kerakyatan. "Ini berkaitan dengan kesejahteraan rakyat," ujar Fachrori Umar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
12 menit yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
9 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
9 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
11 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved