Kinerja Ekspor RI Berharap Hasil Renegosiasi Tambang

Selasa, 02 September 2014 - 16:57 WIB
Kinerja Ekspor RI Berharap...
Kinerja Ekspor RI Berharap Hasil Renegosiasi Tambang
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan sampai dengan saat ini terus berharap bahwa dengan selesainya proses renegosiasi perusahaan tambang yang beroperasi Indonesia mampu memperbaiki kinerja ekspor non-migas dalam negeri.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, pada bulan lalu ekspor untuk sektor mineral mulai menunjukan angka yang positif sehingga pada sisa tahun ini diharapkan kinerja ekspor terus meningkat.

"Saat ini sudah mulai ada angka yang positif pada Agustus, meskipun itu masih kecil ya. Tapi pada bulan-bulan yang akan datang ekspor mineral akan semakin membesar karena salah satu faktornya adalah Freeport akan melakukan ekspor yang lebih besar," ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Selain Freeport, lanjutnya, jika proses renegosiasi yang akan dilakukan PT Newmont Nusa Tenggara dengan pemerintah berjalan dengan baik, maka juga diyakini dapat membantu kinerja ekspor non-migas RI kedepannya.

"Newmont nanti juga akan melakukan, tentunya akan lebih baik lagi jika dilihat dari kepentingan ekspor kita. Tapi berapa besarannya, itu tergantung kondisi teknis yang sudah disepakati oleh Kementerian ESDM," lanjutnya.

Sementara itu, izin ekspor bagi Newmont Bayu mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan masih harus menunggu rekomendasi dari Kementerian ESDM, tentunya setelah Newmont dan pemerintah mencapai kata sepakat.

"Prosesnya akan mengikuti prosedur seperti yang sudah dilakukan Freeport, untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari Kementerian ESDM baik jenis mau jumlah yang akan diekspor. Nanti setelah mendapatkan rekomendasi, Kementerian Perdagangan akan memberikan izin untuk ekspor. Prosesnya kalau di kami sehari, tetapi masalah teknisnya silahkan ke Kementerian ESDM," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
33 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
44 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
45 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved