Dow dan S&P 500 Terkoreksi Dipicu Harga Minyak

Rabu, 03 September 2014 - 08:20 WIB
Dow dan S&P 500 Terkoreksi...
Dow dan S&P 500 Terkoreksi Dipicu Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks S&P 500 dan Dow Jones di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi dipicu turunnya harga minyak mentah, yang menyeret saham sektor energi di tengah menguatnya data manufaktur.

Saham Sektor energi di indeks S&P 500 jatuh 1,3% akibat melambatnya permintaan minyak dari China dan Eropa serta kekhawatiran tentang kelebihan suplai minyak brent membawa minyak mentah berjangka merosot ke harga terendah sejak 31 Mei 2013.

Menguatnya USD ke level tertinggi tahun ini terhadap yen membebani harga minyak. Saham Peabody Energy Corp (BTU.N) mengalami koreksi terbesar di sektor energi indeks S&P 500 atau jatuh 3,7% menjadi USD15,29.

"Ini bukan penyebab alarm untuk pasar. Kami hanya melihat sektor energi terkoreksi sedikit setelah reli yang sangat besar dan mengambil sedikit waktu untuk mencerna beberapa keuntungan," kata Kepala Eksekutif Sarhan Capital Adam Sarhan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (3/4/2014).

Sementara aktivitas pabrik di Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam hampir tiga setengah tahun pada Agustus, dan belanja konstruksi rebound tinggi pada bulan Juli.

Dari 30 saham di Dow Jones, saham Home Depot Inc (HD.N) merupakan pemain terburuk. Saham ini jatuh 2% menjadi USD91,15 setelah CNBC melaporkan bahwa hacker kemungkinan telah mencuri data kartu kredit perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 30,89 poin atau 0,18% menjadi 17.067,56; indeks S&P 500 ditutup turun 1,09 poin atau 0,05% menjadi 2.002,28; sedangkan Nasdaq Composite bertambah 17,92 poin atau 0,39% menjadi berakhir pada 4.598,19.

Sekitar 5,2 miliar saham diperdagangkan di semua platform AS. Jumlah tersebut di atas rata-rata lima hari sebesar 4,4 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Ekonom: Gubernur BI...
Ekonom: Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek
29 menit yang lalu
Efek Gubernur BI Mundur,...
Efek Gubernur BI Mundur, Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS
47 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Waktu...
Tips MotionTrade: Waktu yang Tepat untuk Menjual Reksa Dana
59 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah usai Gubernur BI Mundur
2 jam yang lalu
Terungkap! Ini Alasan...
Terungkap! Ini Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
3 jam yang lalu
Feel Good Network Bangun...
Feel Good Network Bangun Ekosistem Kreatif Asia Tenggara melalui Innercircle dan BRICKS
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved