Penandatanganan Amandemen Renegosiasi Newmont Tunggu AS

Rabu, 03 September 2014 - 17:15 WIB
Penandatanganan Amandemen...
Penandatanganan Amandemen Renegosiasi Newmont Tunggu AS
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) amandemen kontrak pertambangan antara pemerintah dengan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menunggu persetujuan dari induk usaha Newmont Mining Corporation.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar menuturkan, bahwa penandatanganan amandemen kontrak dapat ditandatangani hari ini.

Namun, ternyata terdapat klausul tambahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri.

"Masukan (dari BKPM) sudah saya sampaikan kepada Pak Martiono. Beliau sudah setuju tapi masih menunggu keputusan dari Newmont di Amerika Serikat," katanya di Gedung Minerba, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Sukhyar menjelaskan, jika NNT dalam membangun smelter bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia.

Adapun NNT bertindak sebagai pemasok bahan baku konsentrat tembaga ke smelter tersebut, maka BKPM memberikan klausul tambahan bahwa NNT harus mengantisipasi jika smelter Freeport mengalami kendala.

"Bukan berarti harus membangun sendiri. Tapi bisa juga bekerja sama dengan pihak ke tiga seperti yang mereka lakukan sekarang," tutur Sukhyar.

Lebih lanjut dia menegaskan, penandatangan amandemen kontrak kelanjutan renegosiasi tetap berlanjut. Kendati demikian, pihaknya belum memastikan kapan amandemen nota kesepahaman ditandatangani.

"Tapi begitu mereka sudah setuju langsung bisa diteken," katanya.

Sebagai informasi, NNT menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia, anak usaha Freeport McMoran Copper and Golc Inc, untuk membangun smelter tembaga berkapasitas 400.000 tom per tahun di Gresik, Jawa Timur.

Kebutuhan bahan baku smelter mencapai 1,6 juta ton konsentrat tembaga rencananya akan dipasok PTFI dan NNT.

Proses pembangunan smelter yang diperkirakan menelan investasi USD2,3 miliar telah menyelesaikan tahap prastudi kelayakan (pre-feasibility study/FS) yang dilakukan Freeport bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Tambah Kapasitas Konsentrat,...
Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
21 menit yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
35 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
1 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
1 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
2 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved