Pemerintah Dinilai Lebih Takut Kelas Menengah-Atas

Minggu, 07 September 2014 - 13:49 WIB
Pemerintah Dinilai Lebih...
Pemerintah Dinilai Lebih Takut Kelas Menengah-Atas
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan bahwa masalah bahan bakar minyak (BBM) seperti kanker ganas karena sudah mempengaruhi ke perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Soal BBM bersubsidi, menurut dia, pemerintah lebih takut kepada masyarakat kelas menengah dan atas ketimbang rakyat kecil. "Pemerintah itu takut terhadap rakyat menengah ke atas, bukan rakyat kecil," kata dia di Jakarta, Minggu (7/9/2014).

Dia menjelaskan, konsumsi premium naik terus selama 5 tahun mencapai 29,3 kiloliter (KL) dan premium yang mendapat subsidi. Sementara solar tidak mengalami hal serupa dan justru kuotanya dikurangi untuk angkutan-angkutan umum.

Padalah, Faisal menuturkan, subsisidi BBM itu saat ini lebih besar daripada APBN.

"APBN kita saja sebagian besar digunakan untuk membiayai subsidi BBM. Kalau itu (susbsidi BBM) semakin membesar, APBN kita akan berutang. Secara tidak langsung, subsidi BBM kita sudah dibayar dari utang. Artinya, kalau tidak ada subsidi BBM, APBN kita surplus," ujarnya.

Faisal menuturkan, Indonesia jangan sampai kehilangan kemandirian karena semakin banyak impor minyak akibat cadangan minyak yang semakin menyusut.

"Artinya, yang kita keruk itu, lebih banyak dari yang kita dapat. Produksi turun terus di bawah 800 barel per hari, sedangkan harga makin tinggi," ujarnya.

Untuk itu, menurut dia, seharusnya pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia harus menata diri agar memiliki kemampuan untuk mandiri.

"Kita harus tata diri kita agar kita punya kemampuan, tidak terombang ambing terhadap situasi seperti ini khususnya terhadap kondisi geopolitik dunia yang akan mengganggu impor kita," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved