Paling Menderita dari Krisis BBM Nelayan di Luar Jawa

Sabtu, 13 September 2014 - 15:50 WIB
Paling Menderita dari...
Paling Menderita dari Krisis BBM Nelayan di Luar Jawa
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI), Y Paonganan mengungkapkan, yang paling menderita dari krisis bahan bakar minyak (BBM) adalah nelayan di luar Pulau Jawa.

Selama ini, yang menjadi sorotan adalah antrean BBM di sejumlah SPBU. Suara masyarakat yang ada di Jakarta dan Pulau Jawa begitu dominan baik akibat pembatasan BBM bersubisidi maupun polemik rencana kenaikan BBM.

Pemerintah seolah tutup mata dengan kondisi masyarakat di berbagai pulau kecil, yang sudah lama mengalami krisis BBM, khususnya solar.

"Kalau nelayan tradisional di Jakarta dan di Jawa, ya masih relatif mudah lah untuk mendapatkan solar. Meskipun masih melalui berbagai tangan. Tapi, nelayan kita di luar Jawa lebih susah," ujar Paonganan kepada Sindonews, Sabtu (13/9/2014).

"Bahkan ada beberapa tempat yang harganya lebih mahal, bahkan menyamai BBM non subsidi. Misalnya di Sulawesi Utara," ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ongen ini, banyak kampung nelayan yang susah mengakses solar akibat krisis BBM.

Meski proyek pemerintah untuk BBM bersubsidi telah dilakukan, tapi belum maksimal karena tidak bisa menjangkau hingga nelayan tradisional di luar Jawa.

"Kalau nelayan kaya itu kan mudah-mudah saja dapatnya. Karena mereka punya uang. Mahal juga dibeli, tapi itu harus pakai BBM non subsidi. Jangan pakai yang subsidi," tegasnya.

Dia menyebutkan, saat ini yang paling penting adalah bagaimana caranya sentra logistik BBM jangan hanya di Pulau Jawa. Harus merata.

"Jadi, memang nelayan tradisional ini tidak akan berubah nasibnya kalau infrastruktur ekonomi hanya berpusat di Jawa. Mereka dapat minyak saja sudah susah. Gimana mau menjalankan perahunya untuk cari ikan?" keluhnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Raup Omzet Miliaran...
Raup Omzet Miliaran Rupiah, Aksi Lintah Solar Subsidi Dihentikan Polda Banten
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Antrean Solar Bersubsidi...
Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu di Palangka Raya, Pemkot Terbitkan Aturan Baru
Solar Subsidi Langka...
Solar Subsidi Langka di Daerah, Bos Pertamina Minta Tambahan Kuota
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
22 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
24 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
27 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
28 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
2 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved