Peluang Pasar Obligasi Reli Diprediksi Tertunda

Senin, 15 September 2014 - 15:00 WIB
Peluang Pasar Obligasi...
Peluang Pasar Obligasi Reli Diprediksi Tertunda
A A A
JAKARTA - Pasar obligasi sepanjang pekan ini diprediksi masih tertekan lantaran sentimen yang ada di pasar cenderung negatif, sehingga menyebabkan peluang melanjutkan kenaikan (reli) akan tertunda.

"Kembali munculnya sentimen negatif membuat peluang laju pasar obligasi untuk melanjutkan kenaikan akan tertunda," kata Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (FK-CSA) Reza Priyambada, Senin (15/9/2014).

Apalagi jika di pekan ini, dia menambahkan, laju nilai tukar rupiah kembali melanjutkan pelemahan membuat pasar obligasi kian terimbas sentimen negatifnya. Laju pasar obligasi di pekan ini diperkirakan masih cenderung tertekan.

"Namun, kami harapkan dapat sedikit terbatas dengan telah dalamnya penurunan yang terjadi di pekan kemarin," ujar Reza.

Dia mengestimasi, jika kondisi di pasar dapat positif maka diperkirakan laju pasar obligasi dapat bergerak menguat dengan minimal perubahan harga obligasi rerata sebanyak 60-95 basis points (bps).

Tetapi, jika sebaliknya maka harga obligasi pun akan kembali melanjutkan koreksi karena respon negatif pelaku pasar tersebut hingga minimal rerata 150-180 bps. Untuk itu, dia menyarankan kepada investor untuk tetap cermati perubahan sentimen yang ada.

Pasca mengalami kenaikan di pekan sebelumnya, laju pasar obligasi pada pekan kemarin cenderung mengalami pelemahan. Imbas sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya membuat laju pasar obligasi global cenderung melemah dan berimbas pada pasar obligasi dalam negeri.

Belum lagi nilai tukar rupiah yang masih cenderung tertekan turut membuat pasar obligasi sedang tidak mood. Bahkan, dia menuturkan, rilis tetapnya BI Rate tidak cukup mampu menahan pelemahan yang ada.

Obligasi pemerintah seri benchmark FR0068 yang memiliki jatuh tempo sekitar 20 tahun mengalami penurunan harga 225,73 bps. Obligasi seri FR0070 yang memiliki jatuh tempo sekitar 10 tahun juga terkoreksi 155,30 bps.

Sementara pada pekan ini, pemerintah akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari Selasa (16/9/2014), dengan jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp10 triliun dengan seri SPN12150710 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 10 Juli 2015 dan seri SPN12150903 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 3 September 2015.

Selain itu, seri FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% dan jatuh tempo pada 15 April 2019; seri FR0070 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2024; dan seri FR0068 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2034.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
Pasar Obligasi Indonesia...
Pasar Obligasi Indonesia Masih Tawarkan Imbal Hasil yang Legit buat Asing
ORI 017 Investasi Risiko...
ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini
Dengan Sejuta Rupiah,...
Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah
Obligasi Korporasi Lebih...
Obligasi Korporasi Lebih Menggiurkan Dibanding Punya Pemerintah
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
20 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved